Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Sutrisna Wibawa (kiri) dan Mahmud Ardi Widayanto. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan mendasar seperti pendidikan menjadi salah satu program yang diangkat sebagian besar pasangan calon dalam Pilkada di tiga wilayah DIY. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul nomor urut satu Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanto misalnya turut mengangkat tema ini dalam kampanyenya. Paslon ini berusaha meraih simpati pemilih dengan menawarkan program pendidikan.
Sutrisna Wibawa mengatakan salah satu program yang ia usung dalam Pilkada adalah menjadikan Gunungkidul sebagai kota satelit pendidikan. Ia mengklaim dengan adanya kampus perguruan tinggi di Gunungkidul maka akan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia karena masyarakat akan lebih dekat untuk berkuliah.
BACA JUGA : Lepas Peserta Wisuda, Sutrisna Wibawa Beri Isyarat Bakal
“Cita-cita saya ada satelit pendidikan di Gunungkidul dan akan berdampak pada SDM Gunungkidul, kuliah dekat, lalu semangat akan tumbuh karena banyak orang lain masuk. Contoh di UNY [kampus Gunungkidul] sekarang dengan jumlah mahasiswa 520 anak, Gunungkidul ada 264 [mahasiswa] yang lain dari mana-mana, artinya apa? Gunungkidul akan dimasuki daerah lain, ini akan mendorong kemajuan karena adanya interaksi,” ungkapnya kepada wartawan usai acara Debat Pilkada di Gedung TVRI Jogja, Selasa (11/11/2020) malam.
Ia optimistis melalui program yang jelas termasuk sektor pendidikan yang diusungnya akan dapat meraih simpati pemilih terutama kalangan milenial. Sebagai mantan Rektor UNY, kata dia, pendidikan menjadi program utama jika nantinya terpilih sebagai orang nomor satu di Gunungkidul. Terutama membawa kampus selain UNY untuk bisa masuk ke Gunungkidul sehingga membawa semangat baru.
“Ini tantangan saya sebagai uculan [mantan] rektor otomatis pendidikan jadi program utama, mulai PAUD sampai perguruan tinggi sasaran tidak hanya SMA tetapi sampai perguruan tinggi, akan saya bawa perguruan tinggi selain UNY masuk Gunungkidul,” ucapnya.
BACA JUGA : Rektor UNY Sutrisna Wibawa Khawatirkan Keselamatan Anak
Namun selain pendidikan, pihaknya tetap memberikan pada kesehatan, pertanian, peternakan dan ekonomi terutama dengan membuat inkubator bisnis. Memberikan pendampingan hingga permodalan pada UMKM.
“Melalui inkubator bisnis untuk menanggulangi keterpurukan ekonomi, penyelesaian dengan enterpreneurship, diberikan pendampingan workshop diikuti dengan pembuatan produk, harus dimonitor sampai bisa mandiri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.