Warga Gunungkidul Diimbau Amankan Ternak dari Serangan Hewan Liar
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gunungkidul di tahun depan bakal naik Rp65.000. Hasil ini mengacu pada kesepakatan bersama dalam rapat dewan pengupahan yang melibatkan tripartit antara serikat pekerja, asosiasi pengusaha dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Budiyono mengatakan, pembahasan UMK di 2021 sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Didalam pembahasan menghadirkan tiga kelomok yang merupakaan wakil dari pekerja, pengusaha dan pemerintah. “Kalau tidak salah rapat diselenggarakan 8 November lalu,” kata Budiyono, Senin (16/11/2020).
Menurut dia, penetapan upah mengacu pada hasil penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Meski demikian, kata Budiyono, didalam pembahasan sempat terjadi perdebatan. Pasalnya, serikat pekerja meminta kenaikan upah sebesar 5%, namun usulan ini ditolak oleh asosiasi pengusaha. “Akhirnya disepakati kenaikan sebesar 3,85%. Ini merupakan yang tertinggi di DIY,” ungkapnya.
Budiyono menuturkan, kenaikan 3,85% maka upah di tahun depan naik Rp65.000. Tahun ini upah yang berlaku sebesar Rp1.705.000 per bulannya, namun dengan adanya kenaikan itu maka tahun depan upah menjadi Rp1.770.000.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Telusuri Kasus Dugaan Kesekapakatan Bantuan Paslon di Kasihan
Ia berharap kesepakatan terhadap UMK di tahun depan bisa dijalankan oleh pengusaha. Budiyana tidak menampik selama ini masih ada pekerja yang mendapatkan upah dibawah nominal yang berlaku. “Harapannya UMK yang ditetapkan bisa dipenuhi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagakarejaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, sudah ada usulan berkaitan dengan upah di tahun depan. Meski demikian, ia belum bisa membeberkan berapa nominal upah yang akan diberlakukan. “Sudah ada, tapi untuk keputusannya masih menunggu ketetapan dari Gubernur. Nanti, kalau sudah ada keputusan akan kami umumkan,” katanya.
Dia menambahkan, untuk pembahasan upah terbaru mengacu pada aturan terbaru yang tertuang dalam Undang-Undang Cipta Tenaga Kerja yang telah disahkan oleh pemerintah. “Sudah ada formulasinya dan itu yang dijadikan acuan. Yang jelas, untuk UMK sudah dibahas dan nominalnya sudah kami usulkan ke Pemerintah DIY untuk ditetapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Memberikan layanan sepenuh hati senantiasa menjadi komitmen utama Astra Motor Yogyakarta beserta seluruh jaringannya
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamax Green ikut naik, sementara Pertalite dan Biosolar tetap.
Jadwal KRL Solo–Jogja Rabu 10 Juni 2026 lengkap, 12 perjalanan dari pagi hingga malam, tarif Rp8.000, bebas macet.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”