Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo mewajibkan setiap calon pendonor darah untuk mencuci tangan sebelum melakukan donor darah. Ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan PMI.
"Mencuci tangan itu memang menjadi protokol yang wajib dipatuhi setiap pendonor darah di sini," kata Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kulonprogo, Ingusdi, Rabu (18/11/2020)
Ingudi mengatakan sebelum pandemi Covid-19 melanda secara global, pihaknya sudah mewajibkan setiap calon pendonor untuk mencuci tangan. Terlebih di bagian lengan yang akan disuntik dengan jarum untuk transfusi darah. Protokol ini kian diperketat saat masa pandemi, selain untuk menjaga kebersihan, juga sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Di samping pendonor, aturan tentang mencuci tangan juga berlaku bagi seluruh petugas pelayanan transfusi darah. Petugas juga wajib memakai alat pelindung diri (APD) lengkap meliputi masker, sarung tangan medis dan face shield. Sementara bagi pendonor diwajibkan memakai masker.
"Protokol kesehatan kita utamakan. Karena ini berkaitan dengan donor darah yang harus steril. Selama masa pandemi, calon pendonor juga diwajibkan mengisi sejumlah kolom berkaitan dengan rekam jejak perjalanan," kata Ingusdi.
Staff Humas PMI Kulonprogo, Wisnu Rangga menambahkan selain di unit transfusi darah, penerapan protokol kesehatan juga diberlakukan bagi seluruh kondisi relawan PMI yang betugas di tim penguburan pasien Covid-19.
Dia menjelaskan baik sebelum dan sesudah bertugas, relawan diwajibkan melakukan sejumlah protokol, mulai dari mengenakan pakaian hazmat atau APD lengkap dengan masker dan sebagainya hingga mencuci tangan.
Setelah tugas usai dilakukan, para relawan harus kembali melakukan sterilisasi atau dekontaminasi. Baik tubuh relawan itu sendiri maupun kendaraan yang digunakan dalam tugas.
"Setelah selesai bertugas, semua pakaian APD dilepas, kita wajib mencuci tangan dan membersihkan tubuh sebersih mungkin," tambah Rangga.
Para relawan lanjutnya juga berperan dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Sosialisasi protokol kesehatan tetap kita lakukan. Mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker dan cuci tangan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.