Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Petugas keamanan Perpustakaan Kota Jogja menutup gerbang masuk setelah pengunjung berjumah 75 orang. /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA - Untuk memberikan kemudahan pengunjung selama pandemi Covid-19, pengelola Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja membuat program inovasi Jamila atau Jaminan Layanan Prima Mengantar Buku Andalan ke Pemustaka.
Secara teknis, peminjam buku akan menghubungi pihak perpustakaan secara daring. Setelah pengguna memberikan informasi buku yang hendak dipinjam, petugas perpustakaan akan mengantar ke tempat yang telah disepakati.
Kepala Bidang Pengelola dan Pengembangan Perpustakaan Kota Jogja, Nunun Zulaikha mengatakan bahwa inovasi ini agar kebutuhan masyarakat dalam hal informasi terpenuhi. “Biasanya kan ada yang mager ya, males keluar rumah kalau kondisi kayak gini. Cukup hubungi kontaknya dan sebut bukunya. Pada hari itu bisa langsung diantarkan dan gratis,” kata Nunun yang ditemui Harianjogja.com, di kantornya, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Peran Guru PAUD Harus Diapresiasi
Selain Jamila, adapula Sapa Ratu atau Saran Peminjaman dan Pengembalian Buku Pustaka Langsung tanpa Turun dari Kendaraan. Apabila pengguna ingin melakukan peminjaman dan pengembalian, mereka hanya perlu datang ke Pespustakaan Kota Joga tanpa perlu turun dari kendaraan. Model ini mirip dengan sistem drive thru di kedai makanan.
Untuk perpanjangan masa peminjaman buku, pengguna juga bisa melakukannya secara daring. “Perpanjangan buku tanpa harus datang, bisa melalui medsos, telfon, atau WhatApps Perpusatakaan Kota Jogja,” kata Nunun.
Walaupun melakukan banyak inovasi dalam pelayanan selama pandemi Covid-19, Pengelola Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Jogja masih melayani pengguna secara luring atau offline. Selain menerapkan protokol kesehatan, adapula pembatasan jumlah pengunjung. “Maksimal jumlah pengunjung 75 orang. Apabila sudah penuh, stop dulu. Nunggu ada yang keluar," katanya.
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Jogja Harus Transparan dan Terbuka
Selama masa pendemi, kunjungan pengguna Perpustakaan Kota Jogja sekitar 900 orang perhari. Jumlah ini lebih sedikit daripada kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang berkisar seribu sampai dua ribu orang perhari.
Selain untuk urusan buku, banyak pengunjung yang memanfaatkan jaringan internet Perpusatakaan Kota Jogja. Beberapa pengunjung menggunakan fasilitas tersebut untuk sekolah daring. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar.
Setri (22), mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Jogja merupakan salah satu pengunjung rutin Perpusatakaan Kota Jogja belakangan ini. Mahasiswi semester sembilan ini sedang mengerjakan revisi untuk skripsinya. “Merasa aman. Ketat banget protokol kesehatannya,” kata Setri terkait protokol kesehatan yang diterapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.