Tragis! Bocah SD di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Menyelamatkan Temannya
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Petugas keamanan Perpustakaan Kota Jogja menutup gerbang masuk setelah pengunjung berjumah 75 orang. /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA - Untuk memberikan kemudahan pengunjung selama pandemi Covid-19, pengelola Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja membuat program inovasi Jamila atau Jaminan Layanan Prima Mengantar Buku Andalan ke Pemustaka.
Secara teknis, peminjam buku akan menghubungi pihak perpustakaan secara daring. Setelah pengguna memberikan informasi buku yang hendak dipinjam, petugas perpustakaan akan mengantar ke tempat yang telah disepakati.
Kepala Bidang Pengelola dan Pengembangan Perpustakaan Kota Jogja, Nunun Zulaikha mengatakan bahwa inovasi ini agar kebutuhan masyarakat dalam hal informasi terpenuhi. “Biasanya kan ada yang mager ya, males keluar rumah kalau kondisi kayak gini. Cukup hubungi kontaknya dan sebut bukunya. Pada hari itu bisa langsung diantarkan dan gratis,” kata Nunun yang ditemui Harianjogja.com, di kantornya, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Peran Guru PAUD Harus Diapresiasi
Selain Jamila, adapula Sapa Ratu atau Saran Peminjaman dan Pengembalian Buku Pustaka Langsung tanpa Turun dari Kendaraan. Apabila pengguna ingin melakukan peminjaman dan pengembalian, mereka hanya perlu datang ke Pespustakaan Kota Joga tanpa perlu turun dari kendaraan. Model ini mirip dengan sistem drive thru di kedai makanan.
Untuk perpanjangan masa peminjaman buku, pengguna juga bisa melakukannya secara daring. “Perpanjangan buku tanpa harus datang, bisa melalui medsos, telfon, atau WhatApps Perpusatakaan Kota Jogja,” kata Nunun.
Walaupun melakukan banyak inovasi dalam pelayanan selama pandemi Covid-19, Pengelola Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Jogja masih melayani pengguna secara luring atau offline. Selain menerapkan protokol kesehatan, adapula pembatasan jumlah pengunjung. “Maksimal jumlah pengunjung 75 orang. Apabila sudah penuh, stop dulu. Nunggu ada yang keluar," katanya.
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Jogja Harus Transparan dan Terbuka
Selama masa pendemi, kunjungan pengguna Perpustakaan Kota Jogja sekitar 900 orang perhari. Jumlah ini lebih sedikit daripada kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang berkisar seribu sampai dua ribu orang perhari.
Selain untuk urusan buku, banyak pengunjung yang memanfaatkan jaringan internet Perpusatakaan Kota Jogja. Beberapa pengunjung menggunakan fasilitas tersebut untuk sekolah daring. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar.
Setri (22), mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Jogja merupakan salah satu pengunjung rutin Perpusatakaan Kota Jogja belakangan ini. Mahasiswi semester sembilan ini sedang mengerjakan revisi untuk skripsinya. “Merasa aman. Ketat banget protokol kesehatannya,” kata Setri terkait protokol kesehatan yang diterapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.