Progres Tol Jogja-Solo 87 Persen, Akses Keluar Masuk Ditarget Agustus
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, JOGJA- Hajatan menjadi tradisi di lingkungan masyarakat yang cukup terganggu pelaksanaannya selama pandemi. Guna tetap dapat berlangsung di lingkungan sosial, Pemkot Jogja telah menerbitkan Surat Edaran No. 443/15724/SE/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Hajatan, Keramaian dan Aktivitas Sosial Masyarakat di Masa Tatanan Normal Baru. Prokes menjadi salah satu kunci penting dalam penyelenggaraan hajatan.
Salah satu ketentuan yang diatur yakni setiap orang yang hendak melaksanakan hajatan melakukan laporan tertulis ke Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dengan melampirkan rencana kegiatan yang berpedoman pada protokol kesehatan. Artinya protokol kesehatan penggunaan masker, pengecekan suhu, cuci tangan dan jaga jarak wajib diterapkan setiap penyelenggara hajatan.
Rekomendasi penyelenggaraan hajatan akan dikeluarkannya setelah dilakukan pengecekan. Namun saat berlangsungnya hajatan tim Satgas dapat melakukan pemantauan dan pembubaran langsung jika pelaksanaan hajatan tanpa menerapkan prokes dapat dibubarkan. "Kami mulai kemarin meminta teman-teman [Satpol PP dan wilayah] melakukan monitoring dan sidak ke tempat-tempat tertentu, kita lihat penyelenggaraan protokolnya, kalau kurang bagus supaya kita sidak dan kita minta melakukan perbaikan dan segala macam," jelas Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, pada Senin (25/11/2020).
"Kami berharap seluruh pelaku usaha kegiatan sosial, kegiatan apa pun yang ada di Kota Jogja tetap menjalankan protokol kesehatan. Sehingga nanti ketika nanti liburan panjang, kita sebagai tuan rumah itu sudah menjalankan protokol dengan baik jadi tidak terpapar. Kita harus antisipasi itu, yang kita katakan tadi kita harus berdampingan di kondisi pandemi ini tetapi kita harus menyiapkan diri agar tidak menjadi bagian yang terpapar," tegas Heroe.
Mengingat pentingnya protokol kesehatan dimanapun aktivitasnya termasuk saat hajatan, Heroe mengatakan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 4M. Heroe juga mewanti-wanti masyarakat untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan 4M yang telah dicanangkan. "Makanya kita minta supaya warga Jogja, seluruh pelaku usaha, kegiatan sosial yang ada di masyarakat, hajatan segala macam [untuk] jalankan protokol Covid itu dengan baik dan jangan menganggap atau menyepelekan protokol Covid. Karena kalau kita menyepelekan maka kebangkitan dan pemulihan ekonomi akan terganggu kegiatan sosial akan terganggu, kegiatan sekolah akan terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie tiba di Gedung Merah Putih KPK usai OTT yang menjerat 21 orang terkait dugaan korupsi.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.