Politisi dan Aktivis Demokrasi Asia Kunjungi PDI Perjuangan DIY
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Pilot Helikopter Tipe EC-155 B1 Harun Al Rasyid. /Ist-Humas Pemda DIY.
Harianjogja.com, JOGJA—Helikopter Tipe EC-155 B1 yang disiapkan Badang Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mulai melakukan operasi untuk penanganan Gunung Merapi. Pilot Helikopter Harun Al Rasyid mengungkap tantangan saat terbang, salah satunya harus diantisipasi adalah cepatnya kawasan di atas Merapi tertutup akibat faktor cuaca.
Pilot Helikopter Tipe EC-155 B1 Harun Al Rasyid mengatakan cuaca menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan penerbangan sehingga pihaknya berangkat lebih pagi karena cuacanya masih cerah. Durasi waktu setiap satu sorti penerbangan yang ia lakukan adalah sekitar 75 menit.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Merapi Dipantau dengan Alat Terbaik
“Kalau ketinggian variabel 1.000 kaki di atas permukaan gunung, kalau permukaan gunung 3.000 kaki, maka jadinya kami terbang di 4.000 kaki. Durasi sekitar satu jam lebih 15 menit,” ungkapnya dalam rilis video yang dikirim Humas Pemda DIY, Kamis (26/11/2020).
Ia menambahkan kondisi cuaca pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam penerbangan. Karena biasanya akan lebih cepat tertutup kabut sehingga jarak pandang terbatas. Selain itu ia tidak memaksakan untuk masuk pada titik yang tertutup kabut.
“Faktor cuaca di pegunungan yang lebih cepat menutup di Merapi, sehingga saya tidak memaksakan untuk masuk ke daerah tertutup. Tetapi hari ini [Kamis 26 November 2020] persiapan lebih pagi, lebih bagus kita bisa melihat hampir 100 persen kawasan longsoran [di puncak Merapi],” katanya
Selain itu berupaya untuk menghindari titik yang dinilai membahayakan seperti keberadaan volcanic acid. Ia memastikan selama penerbangan tidak kehilangan pandangan.
BACA JUGA : Sebagian Warga Lereng Merapi Memilih Bertahan
“Kalau sudah ada volcanic acid yang akan berhembus ke arah pesawat kita sehingga kita menghindari daerah yang membahayakan. [Tantangannya] Visibilty, di daerah pegunungan yang tentu harus selalu tetap melihat daerah pegunungan itu jadi tidak boleh kehilangan pandangan karena akan sangat membahayakan,” kata dia.
Pada Kamis (26/11/2020) operasi penerbangan dilakukan dua sorti yang membawa tim dari BPPPKG dan BPBD DIY untuk melihat secara langsung kondisi puncak Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Donald Trump yakin konflik AS-Iran segera berakhir setelah pemilu sela AS pada November, saat Partai Republik terancam kehilangan kendali DPR.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.