RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Dosen IIQ Yogyakarta, Braham Maya Baratullah (kiri) saat menyampaikan materi dalam diskusi webinar bertena Implikasi Sikap Moderat: Peta Jalan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa, Sabtu (28/11/2020). /@Zoom.
Harianjogja.com, BANTUL--Dosen Intitut Ilmu Al-Quran (IIQ) An-Nur Bantul, Yogyakarta, Braham Maya Baratullah menyatakan perlunya sikap moderasi dalam perspektif agama dan resolusi konflik, serta membaca masa depan agama dalam wacana pluralisme, multikultural, nasionalisme dan demokrasi, untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikan Braham dalam diskusi Webinar Nasional yang disleneggarakan Dema IIQ An-Nur Yogyakarta dan DEMA IIQ An-Nur Jakarta, Sabtu (28/11/2020). Diskusi dengan tema Implikasi Sikap Moderat: Peta Jalan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa itu dihadiri sebanyak 300 mahasiswa.
BACA JUGA : Di Era Jokowi, Pelanggaran Kebebasan Beragama di DIY
Braham mengatakan konflik teologis dan kekerasan sejatinya tidak bisa dilepaskan dari model paham keagamaan yang radikal atau ekstrem, esklusif, sektarian, dan ideologis, “Ini justru menunjukan sikap saling curiga terhadap penganut agama lain, bahkan intoleran, bahkan mengancam NKRI,” kata Braham.
Karena itu, dia mengajak perlunya sikap moderat, membangun visi keagamaan ke depan di tengah masyarakat yang multikultural dengan pergerseran prinsip dari permusuhan menjadi persaudaraan, dari sikap ekstrem menjadi sikap moderat dan tengah-tengah, dari pandangan yang cenderung melaknat orang lain menuju kasih sayang dan toleran, dari sikap ekslusif ke arah inklusif.
Narasumber lainnya dalam diskusi tersebut adalah dosen IIQ Jakarta, Muhammad Ulin Nuha. Beberapa poin yang disampaikan Ulin Nuha untuk membangun modrasi di kalangan mahasiswa adalah perlunya memperbanyak literasi, memperbanyak ruang dialog di dunia nyata, belajar memahami orang lain, dan mahasiswa perlu dilibatkan dalam mencari problem sosial keagamaan dan kebangsaan.
BACA JUGA : Buntut Kasus Pemotongan Salib Nisan, Polisi Didesak
Kedua Narasumber bersepakat pentingnya sikap moderasi dipupuk sejak dini di kalangan mahasiswa agar kedepan mereka kelak mengisi kepemimpinan Bangsa dapat mengutamakan sikap netral, toleran, adil, dan moderat sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang juga tersirat dalam Ideologi Pancasila.
Webinar tersebut juga sekaligus meluncurkan buku ‘Moderasi Beragama Sebagai Paradigma Resolusi Konflik’ karya Braham Maya Bartullah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat