Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyebut ada 52 orang yang mengajukan pindah memilih dari tempat pemungutan suara (TPS) asal ke rumah sakit dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul 9 Desember 2020. Sebagian besar adalah pasien Coronavirus Disease atau Covid-19 yang masih dalam perawatan di rumah sakit.
Komisioner KPU Bantul, Joko Santoso mengatakan 52 orang yang mengajukan pindah memilih di rumah sakit tersebar di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro sebanyak 26 orang, PKU Muhammadiyah Bantul 12 orang, Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul 11 orang, dan Rumah Sakit Elisabeth Bambanglipuro sebanyak tiga orang.
Joko tidak merinci berapa pasien Covid-19 yang mengajukan pindah memilih tersebut, namun ia tidak menampik paling banyak adalah pasien Covid-19, “Itu campur, kecuali yang Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 [pasien Covid-19 semua],” kata Joko, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/12/2020).
Dia mengakui belum semua rumah sakit megajukan formulir A5 kepada KPU Bantul, “Yang lain tidak mengurus A5 padahal sudah kita koordinasikan,” ucap Joko.
Soal proses pemungutan suara di ruang isolasi atau bagi pasien Covid-19, Joko mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit bahwa tidak ada kontak fisik antara petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan pasien, bahkan tidak diperkenankan berdekatan.
KPPS yang masuk juga mengenakan alat pelindung diri (APD) level III. Pihak rumah sakit, kata dia, sudah menyediakan meja khusus untuk pencoblosan pasien, “KPPS tidak boleh berdekatan dan hanya menyaksikan [proses pencoblosan dari jauh],” kata Joko.
Untuk kelengkapan logistik pemilihan seperti surat suara, alat pencoblosan dan tinta akan dibungkus menggunakan plastik dan diletakkan di meja khusus yang sudah disiapkan. Setelah pasien menggunakan hak suaranya, maka yang dibawa KPPS adalah hanya surat suara. Sementara logistik lainnya ditinggal.
“Surat suara dimasukkan dalam kotak suara sesuai yang ada di TPS terdekat,” papar Joko. Selain itu, petugas KPPS yang melayani pemungutan hak suara pasien Covid-19 diwajibkan untuk melakukan dekontaminasi di ruang khsus yang sudah disediakan, “Petugas KPPS juga wajib mandi,” tandas Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Jusuf Kalla mendorong operasi aparat diiringi pendekatan persuasif dan damai.