73.363 BPJS Dinonaktifkan, Gunungkidul Aktivasi Ulang 32.845 Peserta
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada warga yang akan melakukan pencoblosan Pilkada Sleman di TPS 04 Pedukuhan Paten, Tridadi, Sleman, Rabu (9/12/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, WONOSARI – Bawaslu Gunungkidul menilai pelaksanaan Pilkada yang berlangsung Rabu (9/12/2020) yang berjalan dengan aman damai dan lancar. Adapun pelaksanaan juga sudah sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan, pada saat pemilihan berlangsung, pihaknya terus melakukan pengawasan. Ia tidak menampik ada beberapa catatan terkait dengan pencoblosan, salah satunya menyangkut adanya perpindahan lokasi TPS yang tidak sesuai dengan denah awal. “Ini baru kami susun datanya. Meski demikian, secara umum pilkada berjalan dengan baik,” kata Rosita kepada Harianjogja.com, Kamis (10/12/2020).
BACA JUGA : Menang di 7 Kapanewon, Sutrisna-Ardi Klaim Menangi
Selain permasalahan ini, bawaslu juga menemukan fakta bahwa pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena berada di luar daerah. Adapun temuan lain, juga diketahui surat suara yang tidak sah didominasi karena coblosan dilakukan terhadap seluruh pasangan calon.
“Untuk membantu warga yang tidak bisa memilih karena sakit, petugas KPPS juga berinisiatif mendatang rumah-rumah calon pemilih,” katanya.
Untuk penerapan protokol kesehatan, Rosita mengakui pelaksanaan sudah sesuai dengan anjuran pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Setiap warga yang datang sudah sesuai dengan jadwal kehadiran yang tertuang dalam surat undangan sehingga tidak terjadi kerumunan. Selain itu, warga yang datang juga menggunakan masker. Sedang petugas menjalankan tugasnya dengan baik karena sebelum memilih warga dicek suhu tubuhnya serta diberikan sarung tangan untuk sarana mencoblos.
“Setelah mencoblos juga diarahkan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan,” katanya.
BACA JUGA : Pilkada Bantul: Halim-Joko Klaim Menang, Suharsono-Totok
Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan, untuk pelaksanaan pencoblosan dilaksanaan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dilakukan agar tidak ada penularan virus corona dari penyelenggaraan pilkada.
“Kami juga menyediakan bilik khusus bagi warga yang memiliki suhu tubuh di atas rata-rata,” katanya.
Menurut dia, untuk penyelenggaraan pemilihan juga berjalan lancar karena tidak ada permasalah. Adapun hasil pilkada masih harus menunggu proses rekapitulasi berjenjang dari tingkat kapanewon hingga kabupaten.
“Perhitungan di tingkat kapanewon dilaksanakan hingga 14 Desember. Setelah itu dilakukan perhitungan di tingkat kabupaten yang waktunya harus selesai paling lambat 20 Desember,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Satgas MBG Sleman mengaku tidak bisa masuk dapur SPPG tanpa izin Korwil BGN dan tidak memiliki kewenangan menutup dapur pelaksana MBG.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.