Rekapitulasi KPU, Muslimatun Menang di Mlati, Danang di Ngemplak

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 15 Desember 2020 23:07 WIB
Rekapitulasi KPU, Muslimatun Menang di Mlati, Danang di Ngemplak

Suasana Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Sleman di KPU Sleman, Senin (14/12/2020)/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman akhirnya menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada Pilkada Sleman, Senin (14/12/2020). Hasilnya, pasangan calon (paslon) 03 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa meraih 217.921 suara.

Runner up diraih oleh paslon 02 Sri Muslimatun-Amin Purnama dengan raihan 177.588 suara dan diposisi ketiga Paslon 01 Danang Wicaksana Sulistya-R. Agus Choliq meraih 171.083 suara.

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara, paslon 03 unggul di 15 kepanewon mulai Godean, Gamping, Sleman, Seyegan, Minggir, Moyudan, Turi, Tempel, Pakem, Cangkringan, Prambanan, Kalasan, Berbah, Depok dan Ngaglik. Adapun Paslon 02 berjaya di Kepanewon Mlati dan Paslon 01 merajai Kepanewon Ngemplak.

Baca juga: Libur Nataru, Pemda Minta Warga Jogja di Rumah Saja, Wisatawan Luar Dibolehkan Datang

Pilkada Sleman 2020 diikuti oleh 604.613 pemilih dari jumlah pemilih sebanyak 796.926 pemilih. Suara sah sebanyak 566.592 dan suara tidak sah 38.021.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk 17 PPK berjalan lancar. Selama kegiatan berlangsung nyaris tidak ada protes dari masing-masing saksi. Perbaikan dilakukan hanya pada pesoalan administrasi dan perbedaan angka jumlah pemilih baik di DPT, DPTb maupun DPPh.

"Secara perolehan hasil suara antar paslon tidak ada perbedaan angka berdasarkan hasil penghitungan di 17 kepanewon. Data antara saksi dan Bawaslu semua sama," katanya usai rapat pleno.

Menurut Trapsi, partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 meningkat dibandingkan pada Pilkada 2015 yang hanya mencapai 72%. Partisipasi pemilih di Sleman, katanya, sekitar 75% di mana capaian tersebut di tengah pandemi Covid-19 sudah sangat baik. "Memang ada kalangan yang mengkhawatirkan soal partisipasi. Untuk mencapai partisipasi 60 persen saja sudah baik. Tetapi masyarakat rupanya antusias untuk mendatangi TPS tentu dengan protokol kesehatan," katanya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Musthofa mengatakan berdasarkan hasil penghitungan paslon tidak ditemukan perkara yang rumit. Semua saksi paslon juga menerima hasil penghitungan suara. Yang ada hanya selisih angka atau jumlah antara pemilih dan surat suara. Itupun sudah diperbaiki. Beberapa PPK juga melakukan perbaikan dan penyesuaian jumlah atau angka ditingkat PPK.

Baca juga: Penerapan Prokes Pulihkan Ekonomi

Artinya, lanjut Karim, secara umum tidak ada persoalan yang krusial baik terkait jalannya Pilkada hingga proses rekapitulasi suara. "Memang diawal untuk PPK di Berbah yang membutuhkan waktu paling lama. Sebab rekapitulasi untuk Berbah ada ketidaksesuaian antara angka pada penggunaan surat suara. Jumlah surat suara yang digunakan, yang dikembalikan dan tidak digunakan,"katanya.

Partisipasi Pemilih Rendah

Meskipun begitu, Karim menyoroti masalah rendahnya partisipasi pemilih untuk kalangan difabel pada Pilkada kali ini. Menurutnya, dari jumlah pemilih disabilitas ada 4.272 orang hanya saja yang menggunakan hak pilihnya sangat sedikit. "Untuk tingkat partisipasi kalangan difabel hanya 1.091 pemilih saja. Ini menjadi PR ke depan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online