Jangan Asal Beli Tiket Konser Online, Kenali Modus Penipuannya
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Puncak Sosok. /Instagram.
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah pengelola objek wisata di Bantul memastikan tidak akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung pada liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Meski demikian, sejumlah antisipasi telah dilakukan guna mencegah penularan Covid-19.
Salah satunya yang dilakukan oleh pengelola Puncak Sosok, Rudy Haryanto. Ia mengatakan jika pihaknya tidak akan menggelar acara atraksi wisata dan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan, guna mencegah penularan Covid-19.
BACA JUGA : Libur Nataru, Pemda Minta Warga Jogja di Rumah Saja
Selain itu, Rudy memastikan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, baik Dinas Pariwisata dan Satpol PP Bantul terkait dengan pengetatan protokol kesehatan di tempat tersebut.
“Kami juga melakukan penambahan personel. Alternatif tempat, dan penambahan tempat parkir sebagai antisipasi membludaknya pengunjung juga telah kami lakukan,” katanya, Selasa (15/12/2020).
Khusus untuk alternatif tempat, Rudy mengungkapkan jika telah menyediakan lokasi untuk menampung pengunjung yang biasanya terkonsentrasi di panggung utama. Di mana, selama pandemi Covid-19, pengelola Puncak Sosok, sengaja melakukan pembatasan jumlah kapasitas di area utama. Jika sebelum Covid-19, area panggung utama mampu terisi 2.000 orang, maka selama pandemi Covid-19 hanya diisi maksimal 1.500 orang.
“Yang jelas kami tidak ingin melonggarkan penerapan protokol kesehatan di tempat ini,” lanjutnya.
BACA JUGA : Begini Cara Pemkot Jogja Membatasi Jumlah
Selain itu, Rudy mengungkapkan, sampai kini pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat terkait operasional objek wisata. Sebab, diakuinya, pada Desember ada beberapa momen yang dipastikan akan sedikit banyak berpengaruh terhadap pengoperasionalan objek wisata di tempat tersebut.
“Karena kami tidak ingin hal ini akan berdampak pada pengoperasionalan objek kami,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.