PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Direktur IVAA Lisistrata Lusandiana (keempat dari kanan) beserta penyelenggara lain sedang memberikan keterangan terkait acara Festival Arsip IVAA Ephemera pada konferensi pers yang berlangsung di Ruang Publik Kampung Dipowinatan pada Senin (14/12/2020).-Harian Jogja/Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesian Visual Art Archive (IVAA) bersama warga kampung Dipowinatan menggelar Festival Arsip pada 16-22 Desember 2020 di Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY. Pada festival ini, akan ada beberapa arsip kampung Dipowinatan yang dipamerkan.
Direktur IVAA Lisistrata Lusandiana memaparkan pengangkatan arsip kampung Dipowinatan lantaran terdapat sumber-sumber pengetahuan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kampung Dipowinatan merupakan situs kreatif yang nilainya bisa diaktualisasi sampai hari ini. Mempunyai nilai sejarah konkret,” kata Lisistrata dalam konferensi pers di Ruang Publik Kampung Dipowinatan, Senin (14/12/2020).
Kampung Dipowinatan memiliki beberapa aset budaya seperti makam pahlawan, tempat Kongres Perempuan pertama kali diadakan, kesenian tradisional, budayawan, dan lainnya. Adapula pameran arsip berupa buku atau puisi dari sastrawan Iman Budhi Santosa yang meninggal pada 10 Desember 2020 lalu.
Penemuan aset budaya ini juga baru IVAA sadari saat menggelar riset di kampung yang menjadi tempat kantornya berada. Mereka telah berkantor di Dipowinatan selama sembilan tahun namun belum pernah mengadakan acara bersama.
“Selama ini IVAA jauh-jauh belajar dari luar tentang seni rupa atau masyarakat global, entah ke luar negeri atau ke laur kota. Padahal dari sekitar kami ada potensi pengetahuan yang telah hidup bertahun-tahun,” kata Lisistrata.
Lisistrata berharap acara ini bisa menjadi penghubung antara generasi muda dan tua dalam memaknai ingatan dan pengetahuan. Setiap generasi memiliki cara sendiri untuk menyuarakan aspirasi dan pendapat sosialnya. “Membuat arsip tidak lagi terlihat tua dan berdebu, namun bagian dari kita,” kata Lisistrata.
Untuk tema Ephemera, ada dua makna secara bahasa dan metafora. Secara bahasa bahwa Dipowinatan sebagai kerangka untuk menyusun pengetahuan. Secara metafora, Dipowinatan merupakan situs pengetahuan kreatif yang tertekan oleh mobilitas kota.
Menurut Kurator Pameran Arsip Ephemera, Pang Warman, pameran ini juga sebagai usaha untuk menggali sejarah dari bawah, dengan partisipasi dari warga dan publik lainnya. “Bukan pameran yang berada di ruang remang-remang dan berdebu. [Pameran] ini kami coba untuk menyapa pengunjungnya. Ini sebuah festival. Ini bukan hasil akhir, namun sebagai awal untuk menggali lagi sejarah [Dipowinatan],” kata Pang Warman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Telkom mempercepat program streamlining 50 entitas anak usaha untuk menyederhanakan portofolio, memperkuat bisnis inti, meningkatkan efisiensi.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Bank BPD DIY Syariah meraih Infobank Sharia Award 2026 dengan predikat “Sangat Bagus” dan Platinum Champion setelah mempertahankan prestasi selama 10 tahun bert
Linda Benny resmi dilantik menjadi Wabup Klaten untuk sisa masa jabatan 2025-2030 dan berkomitmen melanjutkan pembangunan bersama Bupati Hamenang.