Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus meningkat. Setelah tiga hari yang lalu terlihat guguran lava pijar pertama, pada Kamis (7/1/2020) pagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya guguran awan panas pertama.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan guguran awan panas terjadi pada pukul 08.02 WIB. “Tercatat di amplitudo maksimal 28 mili, durasi 154 detik, ke arah kali krasak dengan tinggi kolom 200 meter,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/1/2020).
Karena tertutup kabut, jarak tidak teramati. Namun dengan melihat amplitude dan durasi yang masih kecil, dipastikan jaraknya tidak sampai 1 Km. Awan panas yang mengarah ke barat daya ini diperkirakan merupakan guguran dari gundukan kecil yang muncul beberapa waktu lalu.
Baca juga: Seperti Ini Bentuk PPKM di Bantul, Objek Wisata Tetap Buka
Awan panas ini adalah yang pertama terjadi sejak status Gunung Merapi ditingkatkan menjadi Siaga pada 5 November 2020 lalu. Karena skalanya masih kecil, pihaknya juga belum menerima laporan adanya hujan abu. “Belum ada laporan karena masih kecil,” katanya.
Guguran awan panas kembali terjadi pada pukul 12.50 WIB. Awan panas ini tercatat amplitudo 21 mm dan durasi 139 detik. Tinggi kolom teramati 200 meter di atas puncak dengan jarak luncur sekitar 300 meter kea rah kali Krasak.
Pada pengamatan Rabu (6/1/2020) Guguran lava pijar Gunung Merapi terjadi setidaknya dua kali. Jarak luncur diperkirakan maksimal 400 meter kea rah kali Krasak. Terdengar suara guguran sebanyak tiga kali dari Pos babadan dengan intensitas lemah hingga sedang.
Untuk aktivitas kegempaan, terjadi sebanyak 91 gempa guguran, 273 gempa fase banyak, 60 gempa vulkanik dangkal dan 102gempa hembusan. Laju rata-rata deformasi EDM Babadan. masih sama dengan hari sebelumnya yakni 10 cm per hari.
Baca juga: Aktivitas Masyarakat Jogja Dibatasi, Pengusaha Hotel & Resto Galau
Pada laporan pengamatan Kamis (7/1/2020) pukul 00.00 WIB-18.00 WIB, terjadi 92 gempa guguran, 95 gempa hembusan, 213 gempa fase banyak, 32 gempa vulkanik dangkal, dua gempa tektonik jauh dan empat gempa awan panas guguran.
Pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, guguran lava pijar terjadi sembilan kali dedngan jarak luncur maksimal 500 meter ke alah kali Krasak. Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih tetap Siaga dengan zona bahaya 5 Km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.