BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Aktivitas nelayan di kawasan Pelabuhan Sadeng di Kecamatan Girisubo, Senin (6/4/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sastro Wiyono,65, nelayan asal Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari dikabarkan hilang saat mencari ikan di kawasan Pantai Kapen, Kemadang, Jumat (15/1/2021) pagi. Petugas gabungan masih berusaha mencari korban karena hingga Jumat siang belum juga ditemukan.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengatakan, Hilangnya Sastro Wiyono bermula saat, korban bersama tiga orang berangkat mencari ikan pada Jumat sekitar pukul 24.00 WIB. Setibanya di Pantai Kapen, keempatnya berpencar untuk menangkap ikan.
Kejanggalan baru terlihat saat rombongan akan pulang, tidak melihat Sastro di sekitar lokasi. Ketiga temannya berusaha mencari, tapi tak kunjung menemukan yang bersangkutan. “Temannya sudah berusaha mencari, tapi hanya menemukan jala dan senter milik korban mengapung di air,” kata Suris saat dihubungi wartawan, Jumat.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Berhasil, MTI Prediksi Penumpang Pesawat Meningkat
Menurut dia, teman korban pun langsung melaporkan kejadian ini kepada petugas SAR. Upaya pencarian pun langsung dilakukan dengan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari relawan, nelayan, warga sekitar hingga aparat keamanan. “Total ada 90 orang yang mencari, tapi hingga sekarang korban belum juga ditemukan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, pihaknya masih terus berupaya mencari keberadaan korban. Upaya pencarian tidak hanya melalui penyisiran di daerah pantai, namun juga akan melibatkan personel untuk mencari dari jalur laut menggunakan perahu. “Kami sudah lakukan koordinasi untuk menentukan titik pertama kali hilang. Itu jadi dasar untuk pencarian dari jalur laut,” katanya.
Marjono mengimbau kepada nelayan pada saat mencari ikan untuk berhati-hati. Selain itu, juga nelayan juga diminta membawa alat keselamatan diri seperti pelampung untuk berjaga-jaga pada hal-hal yang tak diinginkan. “Kami masih berusaha agar korban bisa segera ditemukan. Tapi, hasilnya belum seperti yang diinginkan,” katanya.
Baca juga: BKAD Gunungkidul Pastikan Tak Ada Mobil Dinas Baru untuk Bupati Terpilih
Menurut dia, untuk pengamanan di kawasan laut, pihaknya siap guna melakukan pengawan. Meski demikian, agar kondisi berjalan dengan aman dan lancar, maka butuh partisipasi dari seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pantai. “Kebetulan saat ini wisata ditutup sehingga tidak ada pengunjung. Tapi pada saat buka, kami juga meminta kepada pengunjung untuk berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kecelakaan laut,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.