7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Memasuki hari ke-19 Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM), jumlah pelanggar di Jogja cenderung berkurang. Namun di sjeumlah titik seperti di kawasan Pasar kembang (Sarkem) pelanggaran masih ditemukan.
Pada hari ke-19 PTKM, Banyak tempat usaha yang sudah mematuhi jam operasional maksimal pukul 19.00 WIB. Untuk tempat usaha yang masih buka melebihi pukul 19.00 WIB, beberapa terpantau tidak menyediakan kursi dan hanya melayani sistem bungkus.
Di kawasan Alun-Alun Kidul, terpantau pedagang sudah tidak ada sekitar pukul 19.30 WIB. Pada pantauan hari ke-4 PTKM, di jam yang sama, pedagang masih sibuk berberes. Keadaan lebih parah pada hari pertama PTKM, pedagang masih berjualan secara normal melebihi pukul 19.00 WIB.
BACA JUGA: Jogja Butuh Lebih Banyak Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19
Walaupun ketaatan masyarakat cenderung meningkat, masih saja ada tempat usaha yang melanggar. Seperti di kawasan sekitar Jalan Pasar Kembang misalnya. Terlihat beberapa angkringan dan kafe yang masih buka melebihi ketentuan. Mereka juga masih menyediakan kursi untuk pelanggan seperti biasa.
Pelanggaran juga banyak terlihat di Jalan Mayjend Sutoyo. Terdapat banyak warung tenda yang masih beroperasi dengan pengunjung yang makan di tempat melebihi pukul 19.00 WIB. Beberapa pelanggaran pembukaan tempat usaha juga terlihat di Jalan Profesor Herman Yohanes. Walau ada penurunan, dalam beberapa kali pantauan di wilayah ini, pelanggar merupakan tempat usaha yang sama.
Sekretaris Daerah Pemerintah Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan ada tren peningkatan ketaatan masyarakat selama PTKM. Namun peningkatan ini belum seperti yang diharapkan. “Kesimpulan dari Satuan Polisi Pamong Praja sebetulnya kedisiplinan pada masyarakat sudah cukup bagus, [tapi] masih ditemukan banyak pelanggaraan [seperti] tidak pakai masker, warung-warung masih ada yang buka,” kata Kadarmanta di Kompleks Kepatihan pada Rabu (20/1/2021).
Walau ada peningkatan ketaatan masyarakat, Kadarmanta belum bisa memastikan terkait perpanjangan atau modifikasi PTKM ke depannya. Keputusan akan ditentukan satu atau dua hari setelah PTKM berakhir pada 25 Januari 2021. Saat ini DIY sedang menjalani PTKM dari 11-25 Januari 2021.
“Belum terjadi penurunan yang signifikan terhadap kasus Covid-19. Melihat dulu hampir dua minggu seperti apa, mau dilanjutkan atau dimodifikasi,” kata Kadarmanta. “Itu bagian yang menjadi pertimbangan kami, pelaku ekonomi juga tidak boleh kami abaikan,” tambahnya terkait para pedagang yang terdampak PTKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.