Pilur dan Pilur PAW di DIY Digelar Serentak, Warga Diminta Tak Terpecah

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 29 September 2026 17:07 WIB
Pilur dan Pilur PAW di DIY Digelar Serentak, Warga Diminta Tak Terpecah

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY, KPH Yudanegara saat memantau Pilur PAW di Kabupaten Sleman, Minggu (27/9/2026)/Istimewa-Pemda DIY

Harianjogja.com, JOGJA—Pemilihan Lurah (Pilur) dan Pilur Pergantian Antarwaktu (PAW) 2026 digelar serentak di tiga kabupaten di DIY pada Minggu (27/9/2026). Di tengah pelaksanaan pemilihan tersebut, masyarakat diingatkan tetap menjaga ketertiban dan kerukunan agar perbedaan pilihan tidak menimbulkan perpecahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY, KPH Yudanegara menyampaikan imbauan tersebut saat melakukan monitoring dan pengawasan Pilur dan Pilur PAW 2026 di sejumlah kabupaten di DIY.

Dalam pemantauan itu, KPH Yudanegara didampingi kepala daerah setempat. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pemilihan lurah berjalan sesuai ketentuan serta berlangsung aman dan tertib.

Perbedaan Pilihan Jangan Jadi Masalah

KPH Yudanegara berharap seluruh tahapan pilur dapat berlangsung tertib, damai, dan aman. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai persoalan yang berlanjut setelah pemilihan selesai.

Menurut dia, masa pemilihan lurah hanya berlangsung delapan tahun, sedangkan kehidupan bertetangga dan hidup bersama dalam masyarakat berlangsung seumur hidup.

"Jadi jangan ada lagi permasalahan terkait masalah pemilihan lurah," ujarnya dalam keterangan resminya, dikutip, Selasa (29/9/2026).

KPH Yudanegara juga menyebut keistimewaan Jogja perlu tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelaksanaan pilur. Karena itu, tujuan pemilihan tidak berhenti pada terpilihnya lurah baru, tetapi juga bagaimana kehidupan masyarakat tetap berjalan rukun dan tertib di tengah perbedaan pilihan.

"Inilah yang harus kita lakukan, sehingga keadaan kondusif dan pastinya kita tunjukkan bahwa daerah kita itu istimewa. Tidak lupa juga kalurahannya juga harus mengikuti daerahnya, yaitu istimewa. Istimewa daerahnya, istimewa orangnya," tuturnya.

Digelar di 66 Kalurahan

Pilur 2026 dilaksanakan secara serentak di 31 kalurahan di Kabupaten Gunungkidul, 30 kalurahan di Kabupaten Bantul, dan pilur PAW di lima kalurahan di Kabupaten Sleman. Dengan demikian, pelaksanaan pilur tahun ini mencakup 66 kalurahan di tiga kabupaten tersebut.

Sementara itu, Kabupaten Kulonprogo belum mengikuti pelaksanaan serentak tahun ini. Pilur di kabupaten tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada 2027 mendatang.

KPH Yudanegara berharap Pilur 2026 dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik yang mampu mengemban amanah. Lurah terpilih juga diharapkan dapat mengelola kalurahan dengan lebih baik sekaligus mendorong kemajuan masyarakat.

"Harapan kami kita sama-sama menjaga demokrasi, biar tidak ada yang kebablasan, sehingga ketertiban dan keamanan yang ada di Gunungkidul bisa kondusif dan berjalan aman," jelasnya.

Pemantauan pelaksanaan pilur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemilihan berjalan sesuai ketentuan. Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap menjaga hubungan sosial setelah seluruh tahapan pemilihan selesai.

Pesan menjaga kerukunan tersebut terutama ditujukan agar perbedaan pilihan dalam pilur tidak berkembang menjadi persoalan di tengah kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, ketertiban dan keamanan di masing-masing kalurahan tetap terjaga setelah pemilihan berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online