Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Petugas dari BKSDA Yogyakarta saat melakukan pemeriksaan terhadap bangkai penyu yang terdampar di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Selasa (26/1/2021) pagi./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bangkai penyu hijau sepanjang 90 cm dengan bobot 40 kilogram (kg) ditemukan terdampar di Kawasan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Selasa (26/1/2021) pagi. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menduga penyu itu mati karena memakan sampah plastik.
Bangkai penyu itu pertama kali ditemukan oleh anggota SRI Wilayah V Kulonprogo yang berpatroli di kawasan Pantai Congot pada sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke BKSDA Yogyakarta.
BACA JUGA: Pemerintah Bagi-Bagi SIM Gratis, Ini Golongan Masyarakat yang Akan Menerima
Anggota BKSDA Yogyakarta Widodo mengatakan setelah menerima laporan penemuan bangkai penyu, pihaknya langsung menuju lokasi dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, mereka menemukan infeksi di saluran pencernaan hewan laut tersebut.
Luka itu biasanya muncul salah satunya karena makanan yang tidak layak, seperti sampah plastik yang bertebaran di kawasan pantai dan laut. Kuat dugaan penyu itu mati karena memakan sampah-sampah tersebut.
"Menurut pengalaman hal ini terjadi karena penyu lebih banyak memakan plastik, sehingga mengakibatkan saluran pencernaan infeksi dan berujung kematian," ucap Widodo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa siang.
BACA JUGA: Tiket Elektronik Berlaku di TPR Pantai Baron
Sementara itu, salah satu anggota Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Dasimin mengungkapkan kematian penyu di Congot bukanlah yang pertama. Menurutnya kematian penyu di kawasan pantai ini dipengaruhi kondisi pantai yang kotor dan penuh sampah plastik.
"Dulu juga pernah, mungkin karena di sini banyak sampah terutama sampah plastik ya, jadinya penyu malah makan sampah-sampah tersebut sampai mati," ucapnya.
Upaya pembersihan sampah di lokasi itu sebenarnya sudah dilakukan baik oleh SRI Wilayah V Kulonprogo maupun masyarakat umum. "Namun sampah terus berdatangan, apalagi kalau pas muara Sungai Bogowonto yang dekat pantai ini meluap, sampahnya makin banyak," ujar Dasimin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)