UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, SLEMAN--Meskipun tergolong tinggi, nilai CFR (Case Fatality Rate) untuk Covid-19 di Sleman masih di bawah angka kematian rata-rata nasional. Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 156 kasus dari total 7.631 kasus positif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengakui selama Januari ini kematian pasien akibat Covid-19 memang sangat tinggi. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan adanya peningkatan jumlah kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19 yang juga tinggi.
BACA JUGA : Kematian Akibat Covid-19 di Jogja Terus Meningkat
"Selama awal Januari hingga 25 Januari, kami mencatat sudah ada kematian sejumlah 64 kasus konfirm positif Covid-19. Padahal selama Desember hanya tercatat 48 kematian. Dari Maret 2020 hingga November 2020, atau delapan bulan jumlah kematian hanya tercatat 44 kasus," kata Joko saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Selasa (26/1/2021).
Menurutnya rata-rata tingkat kematian untuk pasien Covid-19 di Sleman dibandingkan nasional masih rendah. "Sampai kemarin sore, total pasien Covid-19 yang meninggal ada 156 kasus dari total kasus 7.631 sehingga nilai CFR nya 2 persen. Masih di bawah angka kematian nasional [3.4 %], tapi belakangan naik terus," kata Joko.
Menurut Joko, banyaknya kasus kematian di Sleman terjadi karena mayoritas pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Selain itu, lanjut dia, penanganan Covid-19 juga perlu mencermati keterbatasan ruang isolasi khusus pasien kritikal Covid-19.
BACA JUGA : Kasus Kematian Terpapar Covid-19 di Gunungkidul
"Faktor keterbatasan ruang khusus pasien yang kritikal itu yang perlu mendapat perhatian," katanya.
Joko mengatakan hampir semua RS intermediate di Sleman menambah jumlah kapasitas bed khusus pasien Covid-19. Jika sebelumnya hanya 132 bed di rumah sakit intermediate, maka saat ini jumlahnya menjadi 290 bed atau bertambah 158 bed. Meski belum memenuhi ketentuan kapasitas 40% tempat tidur khusus pasien Covid-19, kata Joko, namun penambahan kapasitas jumlah bed tersebut patut diapresiasi.
"Kalau sebelumnya baik di RS rujukan maupun intermediate ada 249 bed, saat ini menjadi 490 bed non kritikal. Untuk bed critical juga bertambah dari 22 menjadi 32 bed, termasuk sarana yang ada di RSUP Sardjito," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.