Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi. /Espos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, WONOSARI – Kepala SD Negeri Karangtengah 3, Puji Astuti mengaku tidak ada masalah dengan kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkaitan dengan seragam sekolah.
Menurut dia, para murid di sekolahnya diberikan kebebasan untuk menggunakan model baju seragam sesuai dengan keinginan masing-masing murid.
BACA JUGA : Wajibkan Siswi Berjilbab Dilarang! Ini 6 Poin
“Boleh pakai jilbab, kalau tidak juga bukan jadi masalah. Hal sama berlaku untuk murid laki-laki, mau pakai celana panjang atau pendek diperbolehkan,” kata Puji saat dihubungi Harianjogja.com, Kamis (4/2/2021).
Dia tidak menampik, dua tahun lalu sempat ada kebijakan berkaitan dengan pemakaian seragam muslim bagi para siswa. Namun aturan tersebut sudah direvisi saat itu juga dan diserahkan sesuai dengan keinginan para siswa.
BACA JUGA : Sekolah Dilarang Wajibkan Siswi Berjilbab, Pemda DIY Akan
“Sudah berlalu. Untuk sekarang para siswa diberikan kebebasan dalam model seragam yang digunakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian