Proyel Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 Capai 86 Persen, Masuk Tahap Cor Beton
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Ilustrasi penolakan terhadap pelecehan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Dugaan pelecehan seksual berupa catcalling oleh petugas penjaga Malioboro atau Jogoboro ramai diperbincangkan. Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi pun merespons kejadian tersebut.
Heroe Poerwadi menegaskan petugas tidak boleh berkomentar macam-macam terkait dengan pakaian pengunjung. Iti sudah menjadi etika kerja yang harus diamalkan petugas Jogoboro.
BACA JUGA: PTKM DIY Tak Efektif, Banyak Orang Terjerat Rentenir & Pinjaman Online
“Ya saya kira itu salah satu bagian dari etika bekerja, tidak boleh berkomentar terhadap apa-apa yang terkait pakaian,” tegas Heroe pada Senin (8/2).
Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi Heroe untuk memberikan pembinaan kepada Jogoboro. "Itu mungkin menjadi pelajaran juga nanti, bagian masukan kepada kami untuk memberikan tata krama sopan santun,” ujar dia.
"Saya tidak tahu konteks teknisnya seperti apa. Tapi kalau sudah diberi sanksi berarti dia [petugas Jogoboro] salah. Itu sebagai salah satu tindakan tegas kami untuk kepada siapa pun harus bersikap baik, kepada tamu-tamu kami dan terhadap siapa pun, sebenarnya tidak harus tamu, agar jangan sampai melakukan sesuatu yang dianggap melecehkan dan merendahkan,” kata Heroe.
BACA JUGA: Kecuali DIY, Seluruh Provinsi di Jawa Berstatus Siaga Banjir
Dugaan kasus pelecehan verbal oleh sejumlah petugas keamanan di Malioboro itu ramai di media sosial setelah pemilik akun Twitter @RallaLembayung mengunggah foto bergambar sejumlah petugas Jogoboro. Pemilik akun Twitter menceritakan pengunjung Malioboro yang lama diamati petugas Jogoboro, lalu dipanggil petugas yang bersangkutan.
Dia pun mendekat, karena menduga bakal mendapat teguran menyangkut masker. Akan tetapi tak dinyana-nyana, dia justru dikomentari gaya berpakaiannya.
"Jadi aku lagi duduk-duduk sama R**** di pinggiran gitu, terus lama-lama dilihatin sambil di pssst-in gitu. Terus aku mah pura-pura ngga sadar aja sampai dia manggil aku Mbak-mbak gitu. Yo wes aku samperin kan kukira mau ditegur gegara kerumunan atau buka masker. Terus pas aku nyamperin pada ketawa-ketawa gitu sambil bilang -- Mbak abis jatuh ya itu celananya sobek-sobek. Di situ aku udah mau balik lagi karena apa sih enggak jelas lo. Tapi dia suruh cek suhu padahal tadi udah."
Tolong ya @humas_jogja ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan??? pic.twitter.com/3weJC4Gjvd
— lyg (@RallaLembayung) February 6, 2021
Si pengunjung tersebut juga menceritakan sempat dicegat petugas Malioboro lainnya di titik yang berbeda. Di situ, si petugas malah menyebut salah satu bagian tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Dispar DIY siapkan strategi transisi menuju Malioboro full pedestrian. Akses diatur ulang, parkir dan shuttle dioptimalkan demi kenyamanan wisatawan.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
DP3 Sleman keluarkan edaran waspada wereng batang coklat. Petani diminta perkuat PHT dan deteksi dini untuk cegah gagal panen.
Pemkab Kulonprogo perkuat iklim investasi melalui layanan perizinan terintegrasi OSS-RBA dan penyediaan data potensi daerah.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.