Sinopsis Film Gak Ada Matinya, Ketika Kematian Ayah Justru Dianggap Jalan Keluar
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Talut Sungai Opak di Pagergunung, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, ambrol, Selasa (9/2/2021) petang.
Akibatnya, sebuah rumpun bambu terbawa arus Sungai Opak dan keberadaan talut di samping jalan alternatif Kapanewon Piyungan-Pleret itu membahayakan pengguna jalan.
BACA JUGA: 2 Hari, 3 Lokasi di Jogja Longsor, Warga Diminta Terus Waspada
Lurah Sitimulyo Juweni mengatakan talut Sungai Opak di dekat Jembatan Betoro terkikis hujan deras yang melanda kawasan tersebut beberapa hari terakhir. Insiden ambrolnya talut berlangsung cepat dan tidak memakan korban.
“Saat ini, warga dibantu sukarelawan telah menutup lokasi longsor dengan terpal dan melaporkan kejadian itu ke Pemda DIY dan Pemkab Bantul. Harapannya segera diperbaiki,” kata Juweni, Rabu (10/2/2021).
Juweni mengakui lokasi talut yang ambrol sebelumnya sempat diperbaiki pada 2018 lalu. Saat itu,talut penyangga Jembatan Betoro sepanjang 20 meter sempat ambles dan mengakibatkan jalan Piyungan-Pleret tersendat karena hanya bisa digunakan separuh.
“Untuk hari ini sudah ada petugas. Mereka melihat, dan melakukan pengukuran lokasi yang ambrol,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.