HUT ke-81 RI, IDM Resmikan Rumah Layak Huni di Sleman
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemberlakuan PTKM atau Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat yang berlangsung sejak 11 Januari lalu diklaim menurunkan penyebaran Covid-19 di Sleman.
Selama lima pekan pemberlakuan PTKM, saat ini hanya lima kapanewon yang masuk zona merah. Padahal sebelumnya, 14 kapanewon di Sleman masuk zona merah karena tingkat penularan virus Corona cukup tinggi. Berdasarkan peta epidemologi Sleman per 7 Februari lalu kawasan zona merah di Kabupaten Sleman menurun pasca pemberlakuan PTKM.
BACA JUGA: 108 Positif, 247 Sembuh, 8 Meninggal
Kapanewon dengan zona merah per 7 Februari menurun drastis menjadi lima kapanewon. Kelima kapanewon yang masih zona merah dengan resiko penularan tinggi masing-masing Kapanewon Pakem, Tempel, Kalasan, Prambanan dan Moyudan. Dari wilayah tersebut hanya Kapanewon Moyudan yang sebelumnya berstatus zona oranye. Baik Pakem, Tempel, Kalasan dan Prambanan belum mampu keluar dari zona merah.
Adapun kapanewon yang masuk zona oranye menjadi 12 kapanewon. Meliputi Kapanewon Minggir, Seyegan, Godean, Gamping, Mlati, Sleman, Turi, Ngaglik, Depok, Berbah, Ngemplak, dan Cangkringan. "Dari 17 Kapanewon saat itu hanya 29.5% wilayah atau 5 Kapanewon merupakan daerah dengan resiko penularan tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Minggu (14/2/2021).
Berdasarkan update peta epidemiologi Covid-19 di Kabupaten Sleman per tanggal 7 Februari 2021 menggambarkan kondisi zona yang semakin membaik dibanding periode sebelumnya. "Meskipun lebih baik dari periode sebelumnya namun masih belum terdapat kapanewon dengan kategori hijau dan kuning," kata Joko.
Menurut Joko, penurunan peta epidemologi Covid-19 di Sleman tersebut dapat berdampak pada penambahan jumlah RT yang masuk zona hijau. Sebab data per 12 Februari menunjukkan hanya tiga kapanewon yang masuk zona merah. Masing-masing Kapanewon Minggir, Kalasan dan Berbah. Sementara Prambanan, Tempel dan Pakem keluar dari zona Merah ke zona oranye.
"Untuk zonasi RT mestinya ada perubahan, tapi updating baru dikerjakan masing-masing Puskesmas, mungkin baru besok bisa dipublish. Mestinya untuk update jumlah RT yang zona kuning akan berkurang, tapi belum bisa dipastikan juga angkanya,"kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Universitas Terbuka (UT) melalui Program Bina Budaya Antarbangsa (BINAR) kembali menyelenggarakan program internasional yang mempertemukan peserta
Sejumlah lurah di Kabupaten Kulonprogo enggan melakukan penandatanganan serah terima aset gerai Koperasi Desa Merah Putih meskipun fasilitas gedungnya sudah ram
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Gibran meninjau penanganan karhutla di tiga provinsi Kalimantan dan meminta pemadaman berjalan bersama perlindungan warga serta pencegahan.
Dua pria asal Bandung ditangkap setelah diduga membobol rumah di Bantul. Uang asing hasil curian diakui ludes untuk judi online.