11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Wisatawan sedang menikmati bermain pasir di Pantai Parangtritis. /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Penataan infrastruktur kawasan wisata Parangtritis dan Parangkusumo belum akan dilaksanakan tahun ini. Rencana penataan 2021 baru akan berfokus pada penataan perilaku pelaku usaha kawasan pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menerangkan penataan perilaku pelaku usaha akan melihat situasi ramadan dan lebaran tahun ini. "Ramadan tahun ini harapan saya paling tidak bisa terpetakan. Rencananya teman-teman kawasan selatan ingin membuat forum pariwisata selatan, untuk menggagas ke sana, agar pelaksanakan operasional wisata kawasan selatan bisa merger dengan kegiatan masyarakat," terangnya Rabu (3/3/2021).
Penataan akan menyasar perilaku pelaku wisata dari berbagai aspek. Kwintarto menyebutkan pelaku pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus yang akan diberikan kepada pelaku wisata. "Terkait sampah yang tidak dikelola dengan baik karena kelalaian pelaku usaha dan sebagainya, cara menata jalurnya gimana, bloknya di mana agar lebih rapi dan indah," jelasnya.
"Nanti kami lihat bulan depan, karena bulan ramadan biasanya wisatawan sepi. Lalu hari raya kan relatif banyak. Harapannya kalau ada tanda-tanda kenormalan baru di sektor wisata nanti mungkin di pertengahan ramadan akan kita sosialisasikan sekaligus kita tertibkan, kita tata, paling tidak area free itu di mana, area yang tidak boleh untuk kegiatan-kegiatan masyarakat agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan," imbuh Kwintarto.
BACA JUGA: Pemerintah Mulai Bangun Infrastruktur Mandalika Senilai Rp1,7 Triliun
Ditegaskan Kwintarto, penataan dari segi infrastruktur tahun ini belum dilakukan. Akan tetapi desainnya harus diselesaikan dahulu termasuk persoalan tanah yang akan dikoordinasikan dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. "Di tahun ini baru menyusun detail dan anggarannya yang kemungkinan dilakukan di akhir tahun ini. Mudah-mudahan bisa kita usulkan ke pusat," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.