RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja belum menentukan zona merah untuk Kampung Jogokariyan, Kalurahan Mantrijeron, Kemantren Mantrijeron, meski 35 warga kampung tersebut 35 positif Covid-19.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan Pemkot Jogja masih memetakan data sebaran Covid-19 di Jogokariyan,
BACA JUGA: Sultan Jogja Belum Izinkan Kampus DIY Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya
“Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah orang tanpa gejala [OTG]. Hanya empat yang dibawa ke rumah sakit dan salah satu di antaranya meninggal dunia. Tinggal tiga orang yang dirawat di rumah sakit,” kata Heroe di Balai Kota Jogja, Jumat (19/3/2021).
Meski belum menentukan zona merah, Heroe mengaku sudah meminta ketua RT dan RW di Jogokariyan untuk membatasi kegiatan yang sifatnya mendatangkan banyak orang untuk memutus sebaran Covid-19.
Puskesmas terdekat juga sudah meminta semua orang yang berkontak erat dengan orang yang sudah terkonfirmasi positif untuk melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan secara berkala.
Saat ini masih ada 15 orang di Jogokariyan yang masih menunggu hasil tes PCR. Wakil Wali Kota Jogja ini menyatakan Pemkot Jogja baru mendapat data 35 orang warga Jogokariyan yang positif, tetapi data rinci dan domisili mereka belum diperoleh.
BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan Kulonprogo-Purworejo Via Nanggulan
Pemkot sudah menyediakan ruang isolasi bagi yang positif Covid-19 namun tidak bergejala. Warga Mantrijeron juga sudah menyediakan ruang isolasi.
35 warga Jogokariyan yang dinyatakan positif Covid-19 setelah seorang remaja Masjid Jogokariyan mengeluh tidak enak badan. Pengurus masjid berinisiatif untuk melakukan tes antigen kepada sejumlah warga sekitar masjid dan dari 100 orang yang dites antigen, 35 di positif Covid-19.
Menurut Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir, orang yang positif tersebut bukan hanya dari jemaah masjid, tetapi juga masyarakat sekitar. Anggita jemaah masjid yang positif ada tujuh orang. Sementara yang lainnya merupakan masyarakat sekitar Jogokariyan.
Dia menilai sumber penularan tidak hanya dari masjid. “Ternyata dia ketitipan cucu dari Semarang, karena bapak ibu dari cucunya itu positif Covid, terus anaknya dititipkan ke rumah neneknya di Jogokaryan. Nah, neneknya terpapar positif,” kata Jazir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.