Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat ngobrol dengan pedagang ayam di Pasar Argosari, Wonosari. Rabu (24/3/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama-sama dengan Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan pemantauan harga-harga di Pasar Argosari, Wonosari, Rabu (24/3/2021). Dalam pantauan ini harga komoditas cabai rawit di Gunungkidul terhitung tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di DIY.
Kepala Biro Adminitrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah DIY, Ni Made Dwipanti mengatakan, pemantauan harga-harga kebutuhan pokok merupakan agenda rutin yang dilakukan secara berkala. Secara umum harga-harga relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, salah satunya cabai rawit merah.
Menurut dia, dari hasil pemantauan, harga cabai rawit merah di Gunungkidul lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di DIY. Ia mencontohkan di Sleman, meski masih mahal namun harganya lebih rendah karena dipasarakan Rp93.000 per kilogram, sedangkan di Gunungkidul masih dijual diharga Rp120.000 kilogram.
Baca juga: Ini Data Terbaru Kasus Covid-19 di Bantul
“Memang harga cabai masih tinggi. Ini tidak hanya terjadi di Gunungkidul, tapi juga daerah lain mengalami hal yang sama,” kata Ni Made, kemarin.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto. Menurut dia, harga cabai rawit merah di Gunungkidul masih tinggi karena dipatok Rp120.000 per kilogram. “Kemarin [Selasa 23/3/2021] sempat turun jadi Rp115.000 per kilonya, tapi hari ini [kemarin] kembali naik,” kata Johan.
Ia menungkapkan, kenaikan harga ini tak lepas minimnya stok di pasaran. Guna menyiasati hal ini dengan mendatangkan cabai dari wilayah sentra penghasil seperti Sleman dan Kuloprogo. “Kami akan berupaya mengatasi kelangkaan agar saat Ramadhan harganya tidak semakin melonjak,” katanya.
Selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang merah yang dijual Rp32.000 per kilogram. padahal sebelumnya, komoditas ini dipasarkan dengan harga Rp29.000 per kilonya. “Ada kenaikan sedikit, tapi belum signifikan,” katanya.
Baca juga: Jelang ASPD, Peserta Didik Diperbolehkan Belajar di Sekolah
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta kepada disperindag untuk melakukan pemantauan terkait dengan stok, khususnya saat puasa dan jelang perayaan Hari Raya Idulfitri. “Untuk saat ini masih stabil, meski ada beberapa komoditas yang naik. Saya berharap kebutuhan pokok saat puasa ada jaminan stok di pasaran, sehingga pemantauan harus dilakukan pemantauan secara berkala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Subaru membentuk divisi khusus mobil sport untuk menghidupkan kembali DNA performa yang selama ini identik dengan WRX STI. Penggemar kini menanti gebrakan besar
Timnas Indonesia menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. John Herdman dan Nadeo Argawinata optimistis Garuda mampu membuka turnamen dengan k
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M