Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA --Pemda DIY menargetkan pembelajaran tatap muka (PTM) di DIY bisa digelar pada tahun ajaran baru Juli 2021. Di sisi lain, angka positif rate di daerah ini belum sesuai dengan rekomendasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terkait syarat pelaksanaan PTM.
PB IDI sebelumnya menyatakan setuju dengan penyelenggaraan sekolah tatap muka, tetapi dengan syarat angka positif rate harus di bawah 5 persen. Sementara di DIY positif ratenya masih di atas ambang batas itu.
Perlu diketahui positif rate merupakan rasio jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 berbanding dengan total tes di suatu wilayah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar positive rate di angka 5 persen. Standar itu pula yang jadi rujukan IDI mengeluarkan rekomendasi syarat pelaksanaan PTM.
Baca juga: Ini Data Terbaru Kasus Covid-19 di Bantul
Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, pada Selasa (23/3/2021), total kasus terkonfirmasi positif di DIY sebanyak 31.800, bertambah 205 kasus baru. Adapun kasus aktifnya mencapai 5.033. Total sampel diperiksa hingga kemarin sebanyak 230.234, bertambah 819 dan total orang diperiksa 206.239, bertambah 800.
Jika dihitung menggunakan rumus penghitungan angka positif rate, yaitu jumlah total kasus positif dibagi dengan jumlah orang yang dites dan dikalikan 100, maka angka positif rate di DIY saat ini berkisar 15, 4 persen untuk total kasus dan 25,6 persen untuk kasus harian.
"Kurang lebih [angka positif rate] begitu, ini menunjukkan bahwa penularan di masyarakat masih terjadi, sehingga perlu ada peningkatan protokol kesehatan," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, Rabu (24/3/2021).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan rekomendasi IDI mengenai ambang batas positif rate untuk pelaksanaan PTM bisa jadi pedoman Pemda DIY dalam menyiapkan PTM.
"Jadi saya kira apa yang disampaikan IDI bisa kita pedomani. Karena positif rate itu akan menggambarkan tingkat keamanan terhadap pemaparan Covid-19," ujarnya.
Untuk sementara ini lembaga pendidikan yang diprioritaskan melaksanakan PTM baru di tingkat perguruan tinggi, yang berdasarkan peraturan Kemendagri dalam PPKM mikro memang sudah diizinkan. Termasuk uji coba PTM di tingkat SMA dan SMK.
Baca juga: Jelang ASPD, Peserta Didik Diperbolehkan Belajar di Sekolah
"Rekomendasi IDI kan berlaku kalau Pemda DIY mau melaksanakan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan. Sementara yang kita perbolehkan sekarang baru perguruan tinggi. Itupun terbatas. Lalu uji coba untuk pendidikan menengah atas. Sedangkan SD dan SMP belum," jelasnya.
Bila jelang tahun ajaran baru Juli, angka positif rate di DIY masih di atas 5 persen, Pemda DIY kata Aji kemungkinan bakal menggelar PTM secara terbatas di tingkat perguruan tinggi dan SMA serta SMK.
"Ya masih terbatas tadi, kita masih perguruan tinggi dan SMA [dan SMK] dulu. Kalau positif rate kita masih tinggi ya kita gak berani untuk SD dan SMP," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.