Populasi Monyet Gunungkidul Tembus 1.000 Ekor, DLH Kaji Opsi Vasektomi
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Foto Ilustrasi ssiwa di sekolah. /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, WONOSARI – Siswa kelas akhir untuk tingkatan SD dan SMP diperbolehkan menjalankan kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Diharapkan pertemuan ini bisa meningkatkan motivasi para siswa dalam pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD).
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kisworo mengatakan, tatap muka konsultasi di sekolah digelar mulai Senin (22/3). Meski demikian, tidak semua siswa menjalankan karena kebijakan tersebut hanya berlaku untuk siswa kelas akhir di tingkat SD maupun SMP.
“Di dalam pelaksanaan juga membuat surat edaran tentang konsultasi pembelajaran di sekolah,” kata Kiswara kepada wartawan, Selasa (23/3).
BACA JUGA : Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dia menjelaskan, pemberian izin sekolah tatap muka ini tak serta merta bisa dilakukan. Pasalnya, pelaksanaan harus mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 kapanewon setempat.
“Akibatnya pelaksanaan [tatap muka] di lapangan tidak bisa dilakukan secara serentak,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Mulo, Wonosari, Wiji Utomo mengatakan, pihaknya sudah memulai kegiatan belajar tatap muka konsultatif. Adapun pelaksanaan sesuai dengan surat edaran dari disdikpora, hanya siswa kelas VI yang diperbolehkan datang ke sekolah. “Untuk yang lainnya masih menjalani pembelajaran secara daring,” kata Muji.
Dia menjelaskan, siswa kelas VI di SD Negeri 2 Mulo ada 25 anak. Untuk menghindari terjadinya kerumunan, maka konsultasi dibagi menjadi tiga ruangan sehingga dalam satu kelas ada delapan siswa.
BACA JUGA : April, Jawa Tengah Mulai Simulasi Belajar Tatap Muka
Untuk durasi kegiatan belajar mengajar, dalam sehari juga dibatasi maksimal dua jam. “Proses belajar sesuai dengan standar penerapan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.
Hal berbeda terjadi di SMP Negeri 2 Wonosari. Siswa kelas IX masih belum bisa menjalankan tatap muka konsultasi karena menunggu rekomendasi dari satgas Covid-19 di Kapanewon Wonsoari.
“Kalau nanti sudah dipastikan siap, izin baru diberikan dan kami masih menunggunya,” kata Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Purwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.
Bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan ditemukan di pekarangan warga di Semin, Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki pelaku pembuangan.
Kecelakaan lalu lintas di Tanzania dan Italia menewaskan total 14 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat.
Indomaret menyerahkan bantuan berupa 10 unit tenda usaha yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan UMKM di Kabupaten Banyumas.