Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi saat memotong tumpeng tanda selesainya acara Ngapeman yang digelar warga Kalurahan Purwokinanti. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Warga Kalurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Jogja, membuat kue apem, kolak dan ketan secara massal pada Sabtu (3/4/2021). Acara yang disebut dengan istilah Ngapeman tersebut merupakan tradisi turun-temurun dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.
Lurah Purwokinanti, Sugiarti mengatakan, Ngapeman merupakan tradisi yang sudah dilakukan masyarakat Jawa termasuk di Purwokinanti dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan. Biasanya warga membuat apem, kolak, dan ketan. Kemudian apem, ketan, dan kolak tersebut dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk permohonan maaf atau saling memaafkan.
“Ngapeman itu merupakan tradisi leluhur yang harus dilestarikan, setiap menjelang Ramadan” kata Sugiarti.
Sebelum pandemi tradisi Ngapeman massal ini biasanya digelar meriah dengan cara dibuat gunungan dan diarak keliling kampung, lalu dibagikan kepada warga dan masyarakat yang menyaksikannya. Namun karena dalam kondisi pandemi sehingga acara Ngapeman hanya digelar sederhana.
Warga dari masing-masing Rukun Warga (RW) sebanyak 10 RW membuat apem, kolak, dan ketan dengan dana Rp1 juta untuk masing-masing Rw dari Pemerintah Kalurahan setempat. Selain itu, khusus ibu-ibu PKK dibuatkan lomba merangkai apem, kolak, dan ketan di kantor Kalurahan Purwokinanti. Acara Ngapeman ditutup dengan pemotongan tumpeng pada Sabtu malam.
“Biasanya tradisi Ngapeman dibuat gunungan dan diarak. Tapi masa pandemi ini tetap digelar tapi sederhana supaya tidak menimbulkan kerumunan karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” ujar Sugiarti.
Dia berharap tradisi Ngapeman terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bentuk nguri-nguri kabudayan. Selain itu tradisi menjelang Ramadan tersebut juga sebagai ajang saling memaafkan dan ajang kumpul sesama warga.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, saat menutup acara tradisi Ngapeman Kalurahan Purwokinanti mengapresiasi tradisi tersebut. Menurut dia, warga Purwokinanti sudah melakukan upaya menandai datangnya Ramadan dengan tradisi Ngapeman.
“Orang jawa kalau menyongsong Ramadan biasanya ruwahan, bagi-bagi ke tetangga kue ketan, kolak, dan apem yang biasa dipake,” kata Heroe. Selain itu biasanya juga dibarengi dengan acara Nyadran. Banyak warga Jogja yang merantau di berbagai daerah pulang kampung untuk menengok sanak saudara dan orang tua untuk meminta maaf, bersih-bersih rumah hingga ziarah ke permakaman.
“Malam ini kita sama-sama semangatnya warga masing-masing RW yang sudah setor apem kolak dan ketan. Inilah bagaimana orang jawa itu menyambut datangnya Ramadan ini bagian dari ingatkan seluruh warga kalau suah diantar apem berarti tandanya sudah mau masuk Ramadan,” ucap Heroe.
Namun demikian, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogja ini juga berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik karena penyebaran virus Corona di Jogja masih terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.