PBB Gunungkidul Jatuh Tempo 30 September, Denda 1 Persen Menanti
PBB Gunungkidul jatuh tempo 30 September 2026. Sebanyak 31 kalurahan sudah lunas, warga diminta membayar agar terhindar dari denda.
Siswa mengikuti Asesmen Nasional (AN) di SMP 5 Jogja, Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (5/4/2021). /ANTARA FOTO-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, SAPTOSARI – Sedikitnya 78 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gunungkidul terpaksa mengikuti Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah susulan. Rencananya tes diselenggarakan selama dua hari mulai 15-16 April mendatang.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kisworo mengatakan, pelaksanaan ASPD tingkat SMP dilaksanakan secara serentak di DIY pada 5-8 April lalu. Selama penyelenggaraan tidak sepenuhnya lancar karena ada beberapa kendala yang mengakibatkan para siswa terpaksa mengikuti tes susulan.
BACA JUGA : Heboh Kabar Guru Bocorkan Soal ASPD SMP di Sleman
Dia mencontohkan, pada saat penyelenggaraan ASPD di hari kedua atau tepatnya Selasa (6/4) ada kendala mati listrik di Kapanewon Tanjungsari. Akibatnya, sebanyak 63 siswa di SMP Negeri 2 Tanjungsari tidak bisa mengerjakan soal-soal.
“Tidak semua siswa di sekolah itu mengikuti susulan karena mati lampu terjadi saat sesi kedua dan ketiga. Kalau ditotal ada 63 siswa yang akan ikut tes susulan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (10/4).
Kondisi berbeda dialami oleh siswa SMP Muhammadiyah Saptosari. Sebanyak 14 siswa terpaksa harus mengulang karena pada saat akan mengerjakan soal, server bermasalah sehingga tes urung dilakukan.
Selain masalah teknis yang menyebabkan siswa batal mengerjakan soal-soal, ada juga seorang siswa yang terpaksa mengikuti ujian susulan karena yang bersangkutan sakit. “Jadi total ada 78 siswa yang akan mengikuti tes susulan,” katanya.
BACA JUGA : ASPD di Jogja Berlangsung Tatap Muka dengan Prokes Ketat
Sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh Pemerintah DIY, rencananya tes susulan dilaksanakan pada 15-16 April mendatang. Adapun tes disesuaikan dengan mata pelajaran yang belum dikerjakan oleh para siswa yang bersangkutan. “Sudah dipersiapkan waktunya dan siswa mengerjakan sesuai dengan jadwalnya,” kata Kisworo.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Eddy Praptono berharap hasil dari ASPD bisa maksimal sehingga menjadi salah satu dasar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Meski demikian, ia memastikan hasil ini tidak akan berpengaruh terhadap kelulusan siswa karena sudah ada indikator tersendiri yang menentukan siswa lulus atau tidak.
“ASPD merupakan tes pengganti UN. Adapun tujuannya untuk pemetaan mutu pendidikan di DIY,” katanya.
Dia menjelaskan, penentuan akan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan No.1/2021. Ada tiga indikator yang menjadi penentu. Pertama, para siswa harus menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi corona yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Adapun indikator lainnya, siswa memperoleh nilai sikap atau prilaku baik dan mengikuti ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul jatuh tempo 30 September 2026. Sebanyak 31 kalurahan sudah lunas, warga diminta membayar agar terhindar dari denda.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 14 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta rincian biaya resminya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.