Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) DIY berencana menerapkan pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Juli mendatang. Rencana itu menyusul progres vaksinasi untuk guru yang akan selesai akhir Juni.
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, mengatakan sebelum pembelajaran tatap muka digelar serentak, pada 19 April akan mulai pembelajaran tatap muka di 10 sekolah percontohan. Kesepuluh sekolah tersebut adalah SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 9 Jogja, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.
BACA JUGA: Terancam Sanksi Berat karena Soal Bocor, Ini Komentar Kepala SMPN 4 Depok Sleman
Menurut Didik guru dan tenaga kependidikan di sepuluh sekolah tersebut sudah selesai menjalani vaksinasi sampai 19 Maret lalu. Namun demikian protokol kesehatan tetap menjadi hal utama dan hal itu sudah dipersiapkan oleh masing-masing sekolah.
Setelah pembelajaran tatap muka atau PTM di 10 sekolah tersebut berjalan lancar selama dua pekan, lanjut Didik, akan ada sekolah lain yang secara bertahap menyusul untuk menggelar PTM. “Dua pekan akan evaluasi [kemungkinan] akan diikuti oleh sekolah lain yang relatif siap [menggelar PTM],” ujar Didik di kantornya, Selasa (13/4/2021).
Rencana itu berdasarkan proses ujian Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang digelar pada 4-8 April lalu yang berjalan aman dan lancar sesuai protokol kesehatan. Didik berujar saat ini sebenarnya sudah banyak sekolah yang mempersiapkan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Sejumlah sekolah juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana agar memenuhi protokol kesehatan seperti mengurangi meja dan kursi dalam kelas, alat pelindung diri (APD), dan tempat cuci tangan di masing-masing ruang kelas.
BACA JUGA: Gembira Loka Hanya Buka Akhir Pekan Saat Ramadan
“Kami sudah koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota kota termasuk vaksinasi, termasuk penyiapan di masing-masing sekolah,” ucap Didik.
Didik mengatakan vaksinasi untuk guru terus berjalan. Dari 16.692 guru SMA/SMK dan sederajat, 50% sudah disuntik vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.