Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul membuka opsi tambahan pasokan elpiji kemasan tiga kilogram atau yang biasa disebut gas melon. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama puasa hingga perayaan Lebaran berakhir.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga kestabilan harga barang-barang kebutuhan pokok di masyarakat. Salah satunya, kepastian stok gas bersubsidi kemasan tiga kilogram.
Menurut dia, pihaknya akan membuat kajian terkait dengan opsi penambahan kuota gas elpiji. Rencananya kajian ini dilakukan bersama-sama dengan Hiswana Migas dan Pertamina. “Minggu depan akan kami lakukan kajian. Apakah perlu meminta penambahan kuota pada saat perayaan Lebaran,” kata Johan, Jumat (16/4/2021).
Ia menjelaskan, kajian sangat dibutuhkan untuk pelihat tren konsumsi di masyarakat. Sebagai gambaran, pada saat sekarang kuota gas elpiji kemasan tiga kilogram yang diberikan sebanyak 14.600 tabung per harinya. “Ini yang jadi acuan. Yang jelas, kalau ada penambahan diharapkan tidak ada kelangkaan pada saat hari raya,” katanya.
Baca juga: Pemkab Sleman Tunggu Arahan Pusat & Provinsi Soal Penyekatan Mudik Lebaran
Meski demikian, sambung dia, untuk kepastian penambahan belum bisa karena masih menunggu kajian. “Mudah-mudahan di akhir April sudah diketahui sehingga bisa direalisasikan di bulan Mei,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Disperindag Gunungkidul, Sigit Haryanto. Menurut dia, pengajuan tambahan untuk memastikan tidak adanya kelangkaan gas elpiji bersubsidi pada saat lebaran. “Tahun-tahun sebelumnya saat hari raya Lebaran ada peningkatan kebutuhan konsumsi. Jadi, akan ada upaya meminta tambahan kuota,” katanya.
Sigit menjelaskan, kuota 14.600 per hari merupakan jumlah pasti kebutuhan di masyarakat. Dia khawatir kuota ini tidak mencukupi sehingga harus meminta tambahan. “Perkiraan penambahan sebear empat persen dari kuota harian. Mudah-mudahan itu mencukupi,” katanya.
Ia menambahkan, untuk kepastian stok akan terus melakukan monitoring di lapangan. Pengawasan berkala dibutuhkan agar tidak terjadi kelangkaan yang berdapak terhadap tingginya harga jual di pasaran. “Ini yang harus diantisipasi sehingga stok harus dipastikan agar tidak terjadi kelangkaann,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
BTS cetak rekor baru di Spotify! Jadi artis pertama dengan 6 video musik di Top 10 Global Music Videos Chart. Dynamite, Butter, DNA, dan lainnya!
Na Hyun-soo tampil menjanjikan di AVC Cup 2026 dan menambah opsi Hyundai Hillstate menjelang V-League 2026/2027 yang juga diperkuat Megawati Hangestri.
Aplikasi kunci gitar terbaik 2026, dari Ultimate Guitar hingga Yousician. Temukan chord dan belajar gitar dengan mudah di HP.