Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, Polri dan Satpol PP DIY menghentikan dan mendata pengendara kendaraan berpelat nomor luar DIY di posko perbatasan di Tempel, Sleman, Sabtu (11/4/2020).-Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Gembar-gembor rencana penyekatan kendaraan bermotor di pintu masuk DIY saat larangan mudik nanti, rupanya masih belum dibahas di tingkat kabupaten. Hingga kini, Pemkab Sleman masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan penyekatan tersebut.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Arip Pramana mengatakan sampai saat ini belum ada pembahasan terkait rencana pembatasan ataupun penyekatan kendaraan pemudik yang akan masuk ke DIY. Padahal Sleman menjadi pintu masuk baik dari sisi Utara maupun Timur.
Dishub Sleman juga belum mengetahui titik-titik mana saja yang dilakukan penjagaan. Berapa personel dan mekanisme penjagaan yang akan dilakukan. Apakah penjagaan dilakukan di jalur utama atau termasuk di jalur-jalur tikus. Smua masih menjadi tanda tanya.
"Sampai saat ini belum ada arahan dari Kemenhub maupun provinsi mas. Kami masih menunggu," katanya saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Jumat (16/4/2021).
BACA JUGA: Ketersediaan Bed Pasien Covid-19 DIY Masih Aman
Arip tidak mau berandai-andai meskipun rencana penyekatan jalan arteri untuk menghalau para pemudik sudah banyak disampaikan oleh media massa. Sebelum ada juklak dan juknis terkait penerapan rencana tersebut, Dishub akan menunggu. "(Juklak Juknis) belum ada. Tunggu saja kalau ada perkembangan akan kami sampaikan," kata Arip.
Sikap yang sama juga dilakukan Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto. Anton enggan mengomentari terkait persiapan yang akan dilakukan selama kebijakan larangan mudik. Apalagi saat ini, Polres Sleman tengah fokus menggelar Operasi Keselamatan Progo 2021 Dalam Rangka Cipta Kondisi Kamseltibcar Lantas Pada Masa Pandemi Covid-19.
Operasi Keselamatan 2021 digelar selama 14 hari sejak 12 April hingga 25 April 2021. Selain untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan disiplin protokol kesehatan serta tidak melaksanakan mudik lebaran 2021.
"Operasi ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan ibadah puasa dapat kondusif dan agar masyarakat tidak mudik dikarenakan sudah ada larangan dari pemerintah pusat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19," kata Kasubbag Humas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Sebanyak 14 desa di 11 kecamatan Temanggung akan menggelar Pilkades pada 18 Oktober 2026. Persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.