Kebakaran di Ngaglik Sleman Hanguskan 6 Kendaraan, Kerugian Rp1,5 Miliar
Kebakaran di Ngaglik Sleman menghanguskan enam kendaraan dan sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir Rp1,5 miliar, pemilik rumah terluka.
Siswa SMKN 1 Bantul mulai menjalani pembelajaran tatap muka terbatas dengan serangkaian prokes ketat mulai Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas sudah mulai dilakukan di DIY. Di Bantul pelaksanaan pembelajaran tatap muka terpantau lancar, pelaksanaan prokes terhitung berjalan baik.
Salah satu sekolah yang didapuk sebagai pilot project pembelajaran tatap muka terbatas di DIY adalah SMKN 1 Bantul. Dari pantauan, prokes khususnya jaga jarak terpantau tertib. Jarak antar meja siswa satu dengan lainnya pun direnggangkan dari biasanya. Masing-masing meja hanya diperuntukkan untuk satu siswa dengan duduk tak saling sejajar. Masker pun telah dipakai siswa baik saat pelajaran maupun saat keluar kelas.
Kepala Sekolah SMK 1 Bantul, Mujari menerangkan dari pantauan kondisi pembelajaran terbatas pada hari pertama, beragam skema telah sesuai dengan rencana. Dari kapasitas siswa dalam satu kelas misalnya, rata-rata hanya diisi 18 siswa atau 50 persen dari total siswa satu kelasnya. "Pembelajaran di dalam maupun di luar kelas juga sudah diatur berjarak. Olahraga dan seni budaya di luar kelas tapi tetap berjarak," tegasnya pada Senin (19/4/2021).
Baca juga: Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19
Evaluasi Mujari pengaturan jarak meja antar siswa perlu lebih direnggangkan. "Tapi sudah kita antisipasi. Karena masih ada space di paling belakang itu sebaiknya itu direnggangkan lagi, itu sudah kita tindaklanjuti," terangnya.
Kedisiplinan siswa pun menurut pandangan Mujari telah cukup baik dan kondusif. "Baik kedatangannya, maskernya, cuci tangannya semua sudah kondusif. Karena sudah terbiasa hampir satu tahun jadi pakai masker adalah hal yang sudah enggak aneh lagi," tuturnya.
Diutarakan Mujari, besar harapan orangtua siswa harapannya semester mendatang pembelajaran bisa dilakukan normal. "Tapi kan lihat kondisi, dari percontohan ini bisa berjalan dengan baik sampai hari terakhir. Selanjutnya itu menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran ke depannya. Intinya keselamatan warga sekolah yang utama," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Ngaglik Sleman menghanguskan enam kendaraan dan sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir Rp1,5 miliar, pemilik rumah terluka.
Harga iPhone 15, 16, dan 17 di Indonesia turun hingga Rp500.000 jelang peluncuran iPhone 18 Pro pada 9 September 2026.
ICBS 2026 di JEC Bantul mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem dan akses pasar global.
Bulog menyiapkan 110 ribu ton beras premium dan medium untuk menjaga pasokan serta menekan kenaikan harga di seluruh Indonesia.
Gunung Anak Krakatau erupsi menerus sejak 23.07 WIB dan memunculkan lava fountain. PVMBG melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer.
Wamen LH Diaz Hendropriyono mengapresiasi kolaborasi penanganan karhutla Jambi melalui sekat kanal dan distribusi air ke lahan gambut.