Gara-gara Hajatan Mitoni, 29 Warga Playen Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi. - Ist/Freepik
19 April 2021 15:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 29 warga Dusun Ngasem, Getas, Kapanewon Playen terinfeksi Virus Covid-19. Penularan ini terjadi dikarenakan adanya acara hajatan mitoni di rumah salah seorang warga.

Lurah Getas, Pamuji mengatakan, tindak lanjut dari kluster penularan dari hajatan ada 39 warga yang dilakukan pengetesan Covid-19. Adapun hasilnya, 29 warga dinyatakan positif sehingga harus menjalani karantina secara mandiri maupun di rawat di rumah sakit.

“Pada Mingggu [18/4/2021] hasil tes dinyatakan 23 warga positif. Sebelumnya sudah ada enam warga yang positif sehingga total ada 29 warga yang berasal dari tiga RT dinyatakan tertular corona,” kata Pamuji kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Nelayan Bantul Tak Berani Melaut karena Cuaca Ekstrem

Dia menjelaskan, penularan di acara hajatan mitoni ini bermula adanya kegiatan hajatan ke Jakarta beberapa waktu lalu. Total ada 14 orang yang berangkat ke Jakarta dalam satu angkutan. Setelah pulang di dusun ada acara mitoni (peringatan tujuh bulan kehamilan), yang kemudian ada satu keluarga berjumlah tiga orang yang dinyatakan positif corona.

“Jadi seluruh orang yang datang dalam mitoni dilakukan swab. Hasilnya, total sudah ada 29 orang dinyatakan positif,” katanya.

Pamuji menegaskan, acara mitoni tidak pernah mendapatkan izin dari kalurahan karena pihak keluarga tidak pernah mengajukan permohonan. Meski demikian, ia tetap berkomitmen untuk menekan laju penularan sehingga kluster hajatan tidak semakin bertambah warga yang tertular. “Otomatis mengubah peta zonasi menjadi zon merah,” katanya.

Baca juga: Gawat! Ada Dugaan Pungli Program Indonesia Pintar di Bantul

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada Senin ada tambahan kasus baru sebanyak 40 orang. Total hingga sekarang ada 2.513 warga yang positif corona. “Dari jumlah tersebut, 2.244 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedankan sisanya sebanyak 120 orang dinyatakan meninggal dunia dan 149 orang masih menjalani perawatan,” katanya.

Disinggung mengenai penularan karena adanya kluster hajatan di Getas, Dewi mengaku belum bisa memberika rincian pasti. Meski demikian, ia tidak menampik adanya dua kluster yang menyumbang penyebaran virus corona terbanyak.

“Ada di Girharjo, Kapanewon Panggang dan satunya di Kalurahan Getas, Playen. Untuk saat ini, saya baru ke Panggang untuk melihat kondisi di sana,” kata Dewi.