Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, SLEMAN--Hingga saat ini pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah menggelontorkan dana sebesar Rp290,9 miliar untuk ganti rugi lahan tol Jogja-Solo.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto mengatakan pada Jumat (29/4/2021) ini, pembayaran dana ganti rugi lahan jalan tol tahap kelima diberikan kepada 14 warga pemilik 15 bidang terdampak.
"Totalnya [dana ganti rugi] yang diberikan besok ada 15 bidang dengan nilai nominal Rp22 miliar," kata pria yang biasa disapa Totok itu saat dikonfirmasi Kamis (29/4/2021).
Sekadar diketahui, proses pembayaran ganti kerugian bagi warga terdampak tol Jogja-Solo telah dilakukan sejak 8 Januari lalu. Saat itu, 25 warga pemilik bidang menerima ganti kerugian total sebesar Rp26,26 miliar. Tahap kedua, LMAN menyalurkan dana ganti kerugian sebesar Rp57 miliar bagi 62 warga pemilik bidang.
BACA JUGA: 3 Motor Celaka di Jalan Wates, 1 Pengendara Tewas
Pada tahap ketiga, sebanyak 136 pemilik bidang terdampak di Temanggal 2 mendapatkan dana ganti kerugian total Rp182,98 miliar. Dan tahap keempat ini, 11 pemilik bidang di Kadirojo 2 menerima ganti kerugian total sebanyak Rp24,8 miliar.
Total, LMAN sudah menyalurkan sedikitnya Rp290,9 miliar bagi 234 pemilik bidang terdampak. Rata-rata warga menerima ratusan juta hingga miliaran rupiah. Totok berharap, penyaluran dana ganti kerugian kepada warga terdampak dapat membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.
Apalagi baik di Kadirojo 2 maupun Temanggal 2, LMAN menyiapkan setidaknya Rp375 miliar dari 294 bidang terdampak. "Ini belum satu Purwomartani yang nilainya hampir Rp1 triliun. Tentunya ini dapat meningkatkan dan menggerakkan perekonomian warga di tengah pandemi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.