Produk Lokal Bantul Perlu Ruang Promosi, Agenda Pameran Harus Ditingkatkan
DPRD Bantul mendorong pelibatan UMKM dalam pameran untuk memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing, dan mendukung pariwisata.
Rapat konsultasi pelayanan publik yang digelar Dinsos DIY, Jumat (30/4/2021). (Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial (Dinsos) Pemda DIY menggelar rapat konsultasi pelayanan publik untuk menyerap aspirasi agar pelayanan pengangkatan anak atau adopsi di kantor itu bisa lebih optimal.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas dan Rehabilitasi Sosial Anak Dinsos DIY, Lilis Sulistiyowati, menjelaskan ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi oleh masyarakat jika ingin mengadopsi anak melalui jawatan yang ia pimpin.
Sejumlah tahap itu mesti dilalui dengan baik dan dipastikan oleh petugas guna memberikan rasa yang aman kepada anak yang diadopsi. "Ada 26 syarat yang mesti dipenuhi oleh calon orang tua anak (COTA) saat akan mengadopsi dan itu mesti dilalui secara bertahap," ujarnya di sela-sela acara rapat konsultasi pelayanan public di kantor Dinsos DIY, Jumat (30/4/2021).
Sejumlah tahapan itu di antaranya dimulai dengan tahapan pembukaan konsultasi atau konseling kepada pemohon adopsi. Di masa pandemi ini pihaknya melakukan itu melalui daring dan berlanjut pada tahap selanjutnya sampai pada pemberian surat ketetapan bagi COTA terkait kelengkapan proses adopsi anak. "Sampai pada tahap itu semua gratis dan tidak ada biaya," katanya.
Proses pengadopsian anak memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan syarat yang tidak sedikit. Prosedur yang panjang ini diperlukan guna memastikan COTA benar-benar layak dan siap untuk mengadopsi anak.
Sejak 2018 lalu hingga tahun ini, total ada sebanyak 80 COTA yang telah mengajukan permohonan adopsi. Jumlah ini berbanding terbalik dengan jumlah anak yang akan diadopsi yang sangat sedikit. Akibatnya, antrean adopsi anak bisa sangat lama mencapai tahunan.
Hal tersebut menjadi tantangan dan evaluasi bagi Dinsos DIY untuk menginformasikan kepada pemohon adopsi agar selalu mengikuti perkembangan informasi dari instansi setempat. "Jadi per tahunnya kira-kira sekitar 20 pemohon ada," kata Lilis.
Yustoni salah satu seorang COTA yang ikut serta dalam rapat konsultasi itu berharap agar Dinsos DIY kerap memperbarui informasi kepada pemohon guna memberikan kepastian dan juga acuan kepada pemohon dalam menentukan langkah ke depan. Proses adopsi anak yang cukup lama dianggapnya mesti dibarengi pula dengan pembaruan informasi antrean agar pemohon bisa menentukan langkah ke depan.
"Seperti misalnya kami ingin membuat program bayi tabung tapi yang dari Dinsos ini belum tahu bagaimana perkembangannya. Jadi kalau ada pembaruan informasi, kami sudah di antrean ke berapa kan jadi tahu menentukan langkah ke depan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong pelibatan UMKM dalam pameran untuk memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing, dan mendukung pariwisata.
Bulog menyalurkan bantuan beras untuk Oktober-Desember 2026 di Potorono, Bantul. Sebanyak 700 keluarga menerima total 30 kilogram beras.
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Bulog menambah 150.000 ton jagung SPHP dengan harga Rp5.000/kg di gudang untuk membantu peternak mikro menekan biaya pakan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kejagung dan Polri mengusut sejumlah kasus besar, mulai dari korupsi hingga kriminal.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.