Petani di Pakualaman, Jogja, Didorong Kembangkan Anggrek Jadi Peluang Usaha
Petani urban Pakualaman didorong mengembangkan budidaya anggrek sebagai peluang usaha melalui Bintek Budidaya Anggrek Lanjutan.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY terus menggeber realisasi proyek prioritas nasional seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan Kampung Nelayan agar segera dimanfaatkan masyarakat.
Meski anggaran utama berasal dari Pemerintah Pusat, Pemda DIY berperan aktif dalam penyiapan persyaratan teknis dan administratif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menjelaskan bahwa keterlibatan daerah sangat krusial agar proyek-proyek strategis tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ekspansi Sekolah Rakyat ke Kulon Progo dan Sleman
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat sedang berjalan di dua lokasi utama, yakni di Sonosewu (Kasihan, Bantul) dan Purwomartani (Kalasan, Sleman). Selain kedua titik tersebut, Pemda DIY tengah menyiapkan calon lokasi baru di Kulon Progo dan Moyudan (Sleman).
Bapperida kini fokus mengurus kelengkapan administrasi seperti status kepemilikan tanah, pembukaan lahan (land clearing), hingga dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Untuk tahun ini, harapannya pembangunan di Kulon Progo sudah bisa dimulai oleh pusat. Kami mendukung penuh persiapan persyaratan, termasuk izin lingkungan, agar prosesnya lancar,” ujar Danang, Senin (12/1/2026).
35 Gerai Koperasi Desa Merah Putih Jadi Prioritas 2026
Di sektor ekonomi kerakyatan, tercatat sebanyak 483 unit koperasi di DIY telah berbadan hukum. Namun, untuk tahun anggaran 2026, Pemda DIY memprioritaskan pembangunan gerai fisik bagi 35 koperasi.
Setiap gerai membutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi. Pembangunan satu unit gerai diperkirakan menelan biaya sekitar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Bank Himbara, ditambah Rp500 juta untuk modal operasional.
“35 koperasi itu yang kami usulkan terlebih dahulu untuk pembangunan gerainya. Pembangunan dan penganggarannya sebagian besar dibantu pusat agar koperasi ini segera beroperasi dan memberi manfaat ekonomi,” kata Danang.
Progres Kampung Nelayan Poncosari Capai 90 Persen
Proyek strategis lainnya, yakni Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Poncosari (Srandakan, Bantul), kini menunjukkan progres signifikan. Pembangunan utama telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada Januari 2026 ini.
Terkait rencana di Gunungkidul, Danang menyebutkan bahwa lokasi sebelumnya di Sadeng tidak dapat direalisasikan karena fasilitas dermaga sudah tersedia secara memadai. Saat ini, Bapperida bersama pemerintah kabupaten sedang mengevaluasi potensi pengembangan di titik pesisir lainnya.
Pemda DIY menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan pusat guna memastikan semua persyaratan teknis terpenuhi tepat waktu. Dukungan daerah meliputi persiapan dokumen, monitoring pembangunan, hingga identifikasi potensi lokasi baru di masa depan.
Keberlanjutan proyek-proyek prioritas ini diharapkan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan, penguatan ekonomi berbasis koperasi, serta peningkatan kesejahteraan nelayan di seluruh DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani urban Pakualaman didorong mengembangkan budidaya anggrek sebagai peluang usaha melalui Bintek Budidaya Anggrek Lanjutan.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.