Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Tanaman obat yang dikembangkan warga Demangan/Istimewa-Dok. Kelurahan Demangan
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Jogja, mengembangkan tanaman obat herbal. Proyek tersebut sudah dimulai sejak akhir tahun lalu dengan bimbingan salah satu kampus negeri di Sleman. Demangan sudah bisa memproduksi berbagai minuman dan ramuan yang berasal dari tanaman obat tersebut.
“Produknya ada wedang jahe, ada kunir asam, secang, ada beras kencur. Semuanya dalam bentuk minuman segar maupun dalam bentuk saset,” kata Lurah Demangan, Sunu Sari Husada, Selasa (4/5/2021).
BACA JUGA: Mulai Senin, Masuk Pantai Parangtritis Tak Pakai Uang Tunai
Sunu mengatakan program pengembangan tanaman obat yang dilakukan oleh kelompok tani Lombok Ijo di Kelurahan Demangan tersebut saat ini sudah menyasar lima RW dari total 12 RW, yakni RW 1, 2, 5, 11, dan RW 12. Kelompok tani memanfaatkan lahan-lahan kosong di kelurahan setempat maupun di halaman rumah untuk ditanami tanaman obat.
Ke depan, penananam tanaman obat tersebut akan diperluas sampai semua RW dengan harapan Demangan menjadi pemasok minuman herbal di Jogja. Meski baru beberapa bulan, kata Sunu, namun produk herbal yang dihasilkan sudah dijual. Namun penjualan masih sebatas dikonsumsi warga sendiri.
Dia berharap kelompok tani tersebut juga mendapat pelatihan unutuk pemasaran melalui daring yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kami masih proses pelatihan dan langsung praktik,” ujar Sunu.
Ketua Kelompok Tani Lombok Ijo Demangan Ismiyati alias Atik menambahkan produksi minuman dari tanaman obat sudah cukup banyak, tetapi pemasarannya yang masih terkendala. Kelompok tani tersebut meminta setiap acara-acara di kelurahan, kecamatan, dan puskesmas Gondomanan untuk memanfaatkan minuman herbal yang dipasok dari kelompok tani.
“Kemarin ada masukan kalau dari kelurahan mengadakan pertemuan minumnya pakai jahe merah, sampai kecamatan, sampai Puskesmas Gondokusuman I juga sudah kami tawari,” ujar Atik.
Selanjutnya, kelompok tani juga akan merambah penjualan secara daring melalui aplikasi jual beli. Saat ini pihaknya masih menata pengurus agar serius dalam mengelola tanaman obat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Studi AVILOO terhadap lebih dari 500.000 tes mengungkap kondisi baterai 20 model mobil listrik setelah menempuh hingga 150.000 kilometer.
Daftar 10 pemain dengan market value tertinggi Super League 2026/2027. Stjepan Loncar milik Persija menjadi yang termahal dengan nilai Rp20,86 miliar.
Google meluncurkan Google Pics, platform desain dan edit gambar berbasis AI Nano Banana yang disiapkan untuk bersaing dengan Canva dan Adobe Express.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja memberi insentif bagi kader Posyandu yang selama ini membantu pelayanan kesehatan masyarakat.
Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur di IFA 2026 dengan kamera utama 200 MP, layar AMOLED 144Hz, baterai 6.500 mAh dan harga mulai Rp10,8 juta.