Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo tengah mendata salah satu gelandangan yang terciduk dalam penertiban gelandangan dan pengemis di Alun-Alun Wates, Senin (28/1).-Ist
Harianjogja.com, BANTUL - Maraknya gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah titik keramaian jelang Lebaran membuat Satpol PP Bantul akan menggelar sejumlah operasi penertiban. Anak jalanan dan Gepeng yang tertangkap akan mendapatkan pembinaan dan mendapat sanksi yang lebih berat bila tertangkap lagi.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menegaskan akan melaksanakan operasi penertiban Gepeng dan anak jalanan. Adanya keterbatasan dari basecamp milik Dinsos membuat Satpol PP melakukan pembinaan dengan penandatanganan pernyataan. "Jadi bisa jadi selang dua tiga hari mereka juga kembali ke tempat-tempat yang biasa mereka mangkal," terangnya Selasa (4/5/2021).
Menyangkut peningkatan jumlah Gepeng dan anak jalanan jelang Lebaran, Yulius memantau belum ada penambahan signifikan. Gepeng yang ditertibkan mayoritas oknum-oknum lama yang nekat mangkal. "Beberapa kali operasi, orang-orangnya ya masih itu-itu saja. Belum ada penambahan signifikan, mudah-mudahan tidak ada," tegasnya.
Baca juga: Dikabarkan Tak Lolos Seleksi Pegawai KPK, Novel Baswedan Curiga Bakal Disingkirkan
Menilik tahun-tahun sebelumnya, Yulius menyebutkan memang ada peningkatan Gepeng jelang Lebaran. Titik-titik yang kerap dijadikan tempat mangkal Gepeng meliputi wilayah simpang empat Kasongan, Dongkelan, Wojo, Giwangan dan Sudimoro. "Biasanya seperti manusia silver itu di setiap perempatan ada dua orang, terus manusia boneka itu dua orang di masing-masing perempatan," sebutnya.
"Walaupun itu tidak menjadi jumlah yang banyak, tetapi kan itu menjadi satu aktivitas yang memang mengganggu ketertiban. Sehingga operasi rutin untuk anak jalanan dan gepeng ini akan kami respon cepat," tandasnya.
Tidak jeranya sejumlah Gepeng pasca tertangkap membuat Satpol PP melakukan penindakan lebih tegas. Setelah didata dan dibina, Gepeng yang tertangkap mengisi surat pernyataan tidak akan mengulangi aktivitas kembali. "Apabila tertangkap kembali tidak menutup kemungkinan akan ada pengamanan KTP dan lain sebagainya," tuturnya.
Hasil pendataan selama operasi disebutkan Yulius mayoritas Gepeng justru berasal dari wilayah lokal Bantul dan DIY. Hanya ada beberapa saja Gepeng dari luar daerah seperti Wonosobo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.