Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Foto ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kantor Kementerian Agama Gunungkidul memastikan adanya larangan kegiatan takbir keliling untuk merayakan Hari Raya Idulfitri. Hal ini sesuai dengan edaran terbaru dari Pemerintah Pusat.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi mengatakan pihaknya sudah menerima edaran berkaitan dengan pelaksanaan Salat Id maupun malam takbiran dari Kementerian Agama. Menurut dia, untuk pelaksanaan Salat Id tidak ada larangan karena boleh dilakukan dimasyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Memang ada imbauan salat di rumah, tapi jika dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan juga tidak ada larangan,” kata Arif, Rabu (12/5/2021).
Ia menjelaskan, larangan diberlakukan untuk pelaksanaan takbir keliling untuk merayakan malah Idulfitri. Larangan ini bertujuan mengurangi risiko terjadi kerumunan sehingga tidak menjadi sumber penyebaran virus corona.
“Kita harus bisa belajar dari India yang mengalami ledakan kasus usai adanya perayaan keagamaan di sana. Untuk itu, takbir keliling dilarang untuk mengurangi risiko kerumunan,” katanya.
Menurut Arif, takbiran bisa dilakukan di area masjid. Meski demikian, pelaksanaannya juga ada pembatasan peserta sehingga tidak memicu terjadinya kerumunan di dalam masjid.
Apabila pada saat salat, sambung dia, dibatasi jumlahnya sebanyak 50% dari kapasitas normal. Namun, untuk takbiran dibatasi lebih ketat lagi karena dengan maksimal 15 orang pelaksanaan sudah bisa terlaksana dengan baik.
“Saya kira 10-15 orang sudah bagus dan tidak ada kerumunan saat takbiran,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berharap kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dari Pemerintah Pusat. Menurut dia, kebijakan yang dibuat bukan tanpa alasan karena untuk mengurangi risiko penularan virus corona. “Ya kalau takbiran keliling dilarang harus ditaati. Sebab, pelaksanaan bisa dilakukan di masing-masing masjid,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.