Bulan Dana PMI Gunungkidul 2026 Targetkan Rp600 Juta untuk Aksi Sosial
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 184 orang dari salah satu pondok pesantren di Kapanewon Playen mengalami keracunan massal pada Rabu (12/5) malam seusai buka bersama di hari terakhir puasa.
Dari jumlah itu, ada 50 santriwati yang sempat dirujuk ke rumah sakit. Hingga Jumat (14/5) puluhan santri ini masih dalam pengawasan intensif dan ditempatkan di satu lokasi guna mempermudah pengawasan.
Kapolsek Playen, AKP Hajar Wibowo mengatakan peristiwa keracunan massal ini terjadi pada Rabu malam seusai santap buka bersama di hari terakhir puasa. Pada saat itu, pengasuh memesan 480 kotak nasi dengan menu sambal dan nila bakar.
Setelah santap bersama, pada Rabu malam ada sejumlah santri yang mengeluh pusing, mual, mules hingga diare. Awalnya, kata dia, pengasuh pondok berusaha menyembuhkan secara mandiri. Namun demikian, kondisi tidak membaik karena jumlah santriwati yang mengeluh bertambah banyak pada Kamis (13/5) siang hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.
“Total ada 50 santri perempuan yang dilarikan ke rumah sakit. Kami mendapatkan laporan baru sekitar pukul 22.00 WIB [Kamis malam] hingga kami tindaklanjuti hari ini,” katanya, Jumat (14/5/2021).
Menurut Hajar, sudah meminta anggotanya untuk mengecek ke lokasi kejadian. Salah satunya mengambil sampel makanan yang dikonsumsi. Diduga keracunan ini terjadi karena santap bersama nasi box yang dipesan pengasuh pondok. “Memang ada puluhan santriwati yang dibawa ke rumah sakit, namun kondisinya sudah membaik dan hanya menjalani rawat jalan,” katanya.
Hanya saja, sambung Hajar, para santri ini masih dalam pengawasan untuk memantau kondisi terkini. “Mereka dikumpulkan di satu pondok guna mempermudah pengawasannya,” kata mantan Kapolsek Purwosari ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi terkait dengan keracunan massal yang terjadi di pondok pesantren di Playen. Adapun hasil sementara ada 184 orang yang terindikasi mengalami keracunan. “Ini masih sementara karena kami masih pelakukan pendalaman. Yang jelas, mayoritas korban adalah santriwati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.