Investor Asing Belum Agresif Borong SBN, Ini Faktor Penghambatnya
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7/2018).Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah SMA maupun SMK mengaku belum menerima petunjuk teknis (juknis) maupun petunjuk pelaksanaan (juklak) penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 dari Disdikpora DIY. Terbaru, dinas terkait masih melakukan sosialisasi teknis PPDB tingkat SMA dan SMK maupun zonasi yang telah bisa diakses publik di laman dikpora.jogjaprov.go.id.
Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Jogja, Rifia Mulyarni mengatakan, sampai saat ini pihaknya baru mendapatkan sosialisasi terkait dengan teknis PPDB tingkat SMA dan SMK maupun pembagian zonasi. Pihaknya mengaku belum mendapat informasi lanjutan berkaitan dengan pelaksanaan PPDB mendatang. "Untuk PPDB belum ada juknisnya. Mungkin sekitar Juni baru keluar," ujarnya Rabu (26/5/2021).
Menurut dia, kemungkinan besar tata cara pelaksanaan PPDB di tahun ini tidak berubah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mekanismenya masih sama yakni pendaftaran via online dan mengacu pada nilai hasil ASPD. "Mungkin sebagian besar caranya masing-masing sama dengan yang tahun lalu," ujar dia.
BACA JUGA: Terawan Klaim Vaksin Nusantara Bisa Lawan Mutasi Virus Corona
Pada tahun ini pihaknya membuka penerimaan bagi murid baru sebanyak 216 kursi. Jumlah itu akan dibagi ke dalam tiap kelas sebanyak 36 murid dengan jumlah 72 murid per jurusan. "Sekarang kan 36 murid aturannya per kelas. Kami ada enam kelas jadi per jurusan itu sebanyak 72 kali 3 jurusan. Totalnya sekitar 216," katanya.
Namun demikian, jumlah itu tidak selalu penuh saat PPDB berlangsung. Kadang kala ada siswa yang siswa yang tidak lagi melakukan daftar ulang saat diterima di sekolah itu. Hal itu disebabkan karena berbagai faktor salah satunya yakni diterima di sekolah pilihan, sehingga lebih memilih sekolah itu.
"Kalau sudah daftar ulang ada yang undur diri biasanya. Tapi tidak banyak yang seperti itu cuman tiga atau berapa," ujar dia.
Biasanya, saat melakukan pendaftaran sebagian besar orang tua siswa kerap mendapatkan kesulitan. Sebab, masih ditemui beberapa orang tua siswa yang belum paham saat mendaftar secara online. "Jadi sekolah menyediakan beberapa panitia untuk stand by. Kemungkinan ada buka lagi di tahun ini," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.