Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, BANTUL - Kurang lebih setahun proses belajar dari rumah diterapkan, tidak terjadi fenomena siswa-siswa putus sekolah di Bantul. Sistem pembelajaran daring yang fleksibel dipadukan dengan luring dinilai jadi kunci penekan angka siswa putus sekolah di Bantul.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko pada Jumat (4/6/2021) menegaskan hingga saat ini hanya satu siswa dari jenjang SMP yang mengundurkan diri. Itu pun siswa yang bersangkutan merasa jenuh menjalani sekolah dari rumah, bukan karena tidak mampu melaksanakan pembelajaran daring.
"Siswa SMP tersebut memang menyatakan dia jenuh. Yang jelas itu tadi, kalau moda pembelajaran jarak jauh baik luring maupun daring, anak-anak jenuh juga. Satu tahun lebih tidak ketemu guru, karena kejenuhan, bosan. Dia juga tidak ketemu temannya akhirnya malas. Jadi bukan masalah kaitannya dengan online atau tidak online kalau itu," tandasnya.
Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19
Selama ini Disdikpora Bantul menggabungkan pembelajaran daring dan luring sesuai kemampuan siswa. "KBM di Bantul ini dominannya kombinasi antara online dan offline. Jadi kita untuk yang jenjang SD dominannya luring," ujarnya.
Adapun sistem luring yang dimaksud Isdarmoko yakni guru memberi tugas kepada siswa yang bisa diambil ke sekolah oleh wali atau orang tua setiap sepekan sekali. Selanjutnya, tugas dikumpulkan di pekan berikutnya beserta mengambil tugas yang baru untuk pekan tersebut. "Ada juga yang model Whatsapp Group jadi enggak model online murni tapi semi murni. Tugasnya dikirim ke WA orang tua, nanti tugasnya dikumpulkan boleh WA, boleh langsung ke sekolah," ujarnya.
"Kita memang di Bantul kondisinya memang tidak bisa kalau mau idealis online semua, enggak bisa. Dominan offline kalau SD, kalau yang SMP kombinasi keduanya bisa. Jadi enggak ada fenomena putus sekolah di Bantul," tambahnya.
Baca juga: Dampak Libur Lebaran Terlihat, Kasus Covid-19 Naik 15,1%
Bila dipersentasekan, Isdarmoko menyebut 50 persen siswa SMP melakukan pembelajaran daring sementara 50 persen lainnya luring. Namun untuk SD, persentase masih didominasi siswa yang menjalankan pembelajaran luring.
"Kita sangat mengakomodasi anak-anak. Pertama saya yang jelas ingin pembelajaran tetap berjalan. Walaupun dengan berbagai model dan kondisi yang ada, tetapi tetap berjalan. Untuk memaksimalkan maka kami punya terobosan dengan Layanan Konsultasi Pelajar dan guru kunjung siswa," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kulit terasa kesat setelah cuci muka bukan tanda benar-benar bersih. Dokter menjelaskan cara cleansing yang efektif tanpa merusak kulit.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.