Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Pandemik Covid-19 berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Sleman. Pemkab Sleman mengaku kehilangan potensi PAD di atas Rp350 miliar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Haris Sutarta mengatakan sebelum pandemi terjadi Pemkab menargetkan pendapatan sebesar Rp1,1 miliar. Namun, selama pandemi terjadi target pendapatan diturunkan menjadi Rp700 miliar. "Ya potensi PAD yang hilang sekitar Rp350 miliar," ujarnya, Selasa (8/6/2021).
Menurut Haris, penurunan PAD antara 30 hingga 35% berasal dari sektor hotel dan restoran. Kondisi tersebut tidak lepas akibat tidak adanya tamu yang menginap di hotel. Selain sektor ini, pajak hiburan maupun Penerangan Jalan Umum (PJU) juga jadi penyumbang terbesar PAD.
"Hanya saja kami juga menurunkan target PJU dan hiburan karena tidak ada pengunjung. Imbasnya memang pemakaian listrik tidak terlalu siginifikan juga," katanya.
Dari target PAD sebesar Rp700 miliar, lanjut Haris, hingga Mei 2021 total PAD yang sudah masuk sebesar 42%. Pada Juni ini, BKAD menargetkan minimal PAD tercapai 50%. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk bisa menaikkan pendapatan. Salah satunya dengan mendaftarkan dan mengawal objek baru atau objek yang selama ini belum terdaftar sebagai wajib pajak.
"Meskipun ada pandemi namun ada sejumlah usaha baru yang bermunculan. Mulai dari kafe dan restoran. Kami lakukan intensifikasi dan optimalisasi pendataan dan pemantauan," katanya.
Selain itu, BKAD juga terus mendorong capaian pajak bumi dan bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB P2). Menurutnya, penerimaan PBB P2 cukup potinsial membantu PAD. Bahkan terdapat satu kapanewon yang pada Mei lalu mampu melunasi PBB P2 lebih awal.
"Yang baru lunas (PBB-P2) baru Kapanewon Cangkringan. Kami terus bekerja sama dengan pemerintah kalurahan untuk melakukan pekan pembayaran di tingkat kalurahan untuk mempermudah wajib pajak membayar kewajibannya," katanya.
BACA JUGA: Meski Kasus Covid-19 DIY Masih Tinggi, Pemda Tak Akan Tes Acak di Perbatasan
Sebelumnya, Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan realisasi pelunasan PBB P2 pada Mei tahun ini menjadi sejarah baru bagi masyarakat Cangkringan. Padahal dalam empat tahun terakhir, pekunasan PBB P2 di Cangkringan selalu terjadi pada September.
"Tapi tahun ini seluruh warga Cangkringan mampu melunasi PBB P2 pada Mei lalu. Ini sejarah baru," kata Suparmono.
Total dari lima kalurahan di Cangkringan, PBB P2 yang terhimpun dan disetor ke Pemkab sebesar Rp593,2 juta. Hal ini menunjukkan, katanya, masyarakat percaya kepada pemerintah saat diminta membayar lebih cepat mereka dapat melakukan untuk membantu pembangunan di daerah.
"Sejak Februari kami berkomitmen, pak lurah, pak dukuh untuk melunasi PBB P2 pasa Mei. Untuk membantu keuangan di Pemkab. Ini masa sulit bagi Pemkab karena Covid-19. Dan akhirnya bisa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Erling Haaland mencetak gol kemenangan Manchester City atas Coventry City. City menang 1-0 dan sempurna di tiga laga awal Premier League.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai Bogor. Erupsi masih berlangsung dan warga Banten-Lampung diminta waspada tanpa panik.
Telkomsel menilai anak muda wajib menguasai AI seperti ChatGPT dan Claude, tetapi kemampuan itu harus diimbangi etika penggunaannya.
Pasar gim Indonesia mencapai Rp32 triliun pada 2025. Komdigi melihat esports sebagai penggerak ekonomi digital dan lapangan kerja.
FEB UGM menggandeng Hochschule Osnabrück Jerman melalui IDB untuk mencetak doktor praktisi. UKT program ini Rp50 juta per semester.