27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, BANTUL- Belum diuji swab nya, A, orang yang diduga menjadi provokator penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dengan protokol kesehatan di Lopati, Trimurti, Srandakan, membuat Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul angkat bicara.
FPRB mendesak ada upaya paksa dari Satgas Covid-19 baik kalurahan, kapanewon hingga kabupaten agar A, di uji swab PCR. Padahal, hasil uji swab ini penting sebagai dasar pemeriksaan terhadap A yang merupakan terduga provokator.
“Kami meminta agar segera di swab. Jika memang secara persuasif tidak mempan, harus ada upaya paksa,” kata Ketua FPRB Bantul Waljito, Rabu (9/6/2021).
Waljito menilai tracing dan swab adalah tugas negara untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran Covid-19.
Apalagi di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten ada unsur Satpol PP, Polisi, dan TNI sebagai tim penegakan. Tim penegak ini seharusnya bisa memaksa warga untuk menjalani swab.
BACA JUGA: Muncul Wacana Duet Mega-Prabowo, Politisi Gerindra Bilang Begini..
“Jika mereka positif dan bebas beraktivitas, kan kasihan warga yang tidak bersalah akan tertular nantinya,” ungkap Waljito.
Menurut Waljito, desakan FPRB ini adalah upaya untuk pengurangan risiko penularan dan antisipasi penularan Covid-19. Sementara kepada Polres Bantul, Waljito meminta agar segera memanggil A, dan melakukan penyidikan. Diharapkan dengan proses ini, maka akan didapatkan kejelasan terkait dengan peristiwa penolakan pemakaman protokol kesehatan di Lopati.
“Yang jelas, jangan sampFPRB Desak provokator penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dengan Prokes di Swab dan Diperiksaai ini hilang begitu saja,” imbuhnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengaku belum bisa memanggil dan meminta keterangan dari terduga provokator tersebut. Hal ini lantaran belum diterimanya hasil swab dari terduga. A, sendiri dilaporkan oleh FPRB Bantul karena diduga menjadi provokator penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dengan protokol kesehatan di Lopati, Trimurti, Srandakan, Selasa (1/6/2021) lalu. "Nanti kalau sudah ada hasil swab baru akan ada pemanggilan. Soal swab biar menjadi tanggung jawab dari satgas," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.