Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi saat berada di ruangannya di Kompleks Balai Kota Jogja, Senin (10/5/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja menyebut, sebaran kasus Covid-19 di kompleks Balai Kota kian meluas. Secara total sampai saat ini terdapat 50 pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, sebaran kasus itu terjadi di delapan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada di kompleks Balai Kota Jogja. Dari jumlah itu yang terbanyak adalah di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dengan 30 kasus.
"Total kasus sekitar 50 an yang tersebar di delapan OPD. Terbanyak Dinsosnakertrans yakni 30," kata Heroe, Selasa (22/6/2021).
Heroe menambahkan, berdasarkan penelusuran sementara, penularan diduga berasal dari pengecekan berkas. Para karyawan Dinsosnakertrans awalnya memeriksa berbagai macam berkas laporan masyarakat. Diduga dari situ lah terjadi interaksi antar karyawan
“Laporan-laporan masyarakat itu menyangkut soal isoman dan segala macam. Dari lima bidang di Dinsos ada empat yang mereka terkena paparan, ada satu yang sama sekali nggak kena dari Bidang Tenaga Kerja dan Industrial,” katanya.
BACA JUGA: Pasien Covid-19 Melonjak, Gunungkidul Mulai Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Oksigen
"Dinsos saat ini dilockdown, tetapi layanan terbatas masih bisa dilakukan. Baik yang daring ataupun ada yang piket," sambungnya.
Dia menyebut, sebaran kasus yang terjadi di kompleks Balai Kota bisa dikatakan sangat cepat dan meluas dengan masif. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan apakah cepatnya sebaran kasus di kompleks Balai Kota itu berkaitan dengan adanya virus corona varian baru.
"Ini memang kecepatan penularan dan sebarannya cukup tinggi. Kita belum bisa memastikan apakah termasuk virus varian baru atau bukan. Tapi dengan melihat kasus dan pertumbuhannya termasuk sangat cepat," ujar dia.
Saat ini selain menggencarkan upaya pelacakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja juga berupaya melakukan pengetatan terhadap penegakan protokol kesehatan. Diharapkan dengan langkah ini, sebaran Covid-19 dapat menurun.
"Intinya ada pengetatan terhadap pelaksanaan prokes baik di masyarakat maupun di tempat umum. Kita harapkan upaya ini bisa menekan kasus Covid-19," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.