Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi ijazah/JIBI
Harianjogja.com, KARANGMOJO – Siswa lulusan Tahun Ajaran 2020-2021 hingga sekarang belum menerima bukti kelulusan berupa ijazah yang dikeluarkan masing-masing sekolah. Ketiadaan blangko menjadi penyebab para siswa belum menerimanya, meski tahun ajaran baru telah dimulai sejak Senin (12/7/2021).
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, hingga sekarang ijazah tanda bukti kelulusan belum bisa dicetak. Kondisi ini terjadi di semua jenjang mulai dari SD hingga SMP.
BACA JUGA : Pengumuman Kelulusan Siswa SMA/SMK di DIY Dimajukan
Menurut dia, ijazah belum bisa dicetak oleh masing-masing sekolah. hanya saja, hingga sekarang para siswa belum bisa menerimanya. Hal ini dikarenakan masalah pendistribusian blangko dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Sudya mencontohkan, untuk blangko ijazah tingkat SD baru sampai di kantor disdikpora pada Senin siang. Sedangkan untuk tingkat SMP masih menunggu pengiriman.
“Untuk yang SD mungkin bisa segera dicetak karena blangko sudah sampai. Namun untuk SMP, kami masih menunggu blangkonya,” kata Sudya, Selasa (13/7/2021).
Meski belum ada bukti fisik tanda kelulusan, ia mengakui tidak mengganggu dalam proses penerimaan peserta didik baru. Pasalnya, pihak sekolah sudah mengantisipasi surat keterangan lulus yang dintandatangani oleh kepala sekolah. “Surat keterangan ini digunakan untuk mendaftar di sekolah dituju,” katanya.
Menurut Sudya, siswa wajib menyerahkan salinan salinan yang dilegalisir ke sekolahnya pada saat ijazah sudah diterima. “Salinan ijazah menjadi syarat. Jadi para siswa harus menyerahkan ke sekolah barunya sebagai bukti melengkapi berkas pendaftaran,” ungkapnya.
BACA JUGA : PENAHANAN IJAZAH : Akhirnya Tanda Kelulusan Diberikan
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati saat dikonfirmasi kemarin membenarkan apabila ijazah bagi siswa lulusan 2020-2021 belum bisa diterbitkan hingga sekarang. Ia berdalih, masih menunggu pengiriman blangko ijazah karena hingga sekarang belum diterima sekolah.
“Jangankan sekolah, Disdikpora Gunungkidul juga belum menerima blangkonya,” katanya.
Menurut Suhartati, penerbitan ijazah dilakukan di sekolah, akan tetapi pengadaan blangko berada di kewenangan Pemerintah Pusat. Oleh karenannya, proses penerbitan menunggu ketersediaan blangko.
“Ya kalau belum dikirim, maka belum bisa mencetaknya. Kami sekarang masih menungggunya,” katanya.
Disinggung mengenai pengiriman blangko ijazah di setiap tahunnya, Suhartati mengaku tidak menentu karena terkadang bisa lebih cepat. Ia menduga, blangko belum dikirim dikarenakan dampak dari adanya pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.