Finis ke-8 di Moto3 Catalunya, Veda Ega Akui Sempat Terlalu Memaksakan
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi 20 dan tetap bertahan di lima besar klasemen.
Foto Ilustrasi suasana pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan di DIY. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan segala upaya agar keberadaan adanya varian Delta di DIY tidak menular lebih luas di wilayahnya.
Tak hanya memaksimalkan edukasi, pengetatan kegiatan masyarakat dan penyekatan mobilitas sosial dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah dan mengurangi sebaran varian tersebut.
BACA JUGA : Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jogja, Bagaimana Menggunakan Masker yang Tepat?
Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Joko Purnomo mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan terkait persebaran varian Delta di Bantul. Meski demikian, Pemkab Bantul tidak bisa berpangku tangan dan harus melakukan upaya agar varian Delta tersebut tidak masuk dan menyebar di wilayahnya.
“Yang jelas edukasi masyarakat harus terus kami lakukan. Pengetatan kegiatan, penyekatan dan penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan. Kami juga optimalkan Satgas di tingkat Pedukuhan dan Kalurahan. Sinergitas ini harus terus ditingkatkan,” kata Joko, Selasa (20/7/2021).
Selain itu, Joko mengaku akan mempersiapkan tambahan sarana dan prasarana di bidang kesehatan. Salah satunya adalah memperbanyak selter. “Dan, kami akan melakukan koordinasi untuk hal tersebut,” katanya.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, sejauh ini penyekatan yang dilakukan oleh petugas akan terus dilakukan. Utamanya di sejumlah perbatasan dengan wilayah lainnya, yakni Srandakan, Piyungan dan yang berbatasan dengan Kota Jogja.
BACA JUGA : Varian Delta Sudah Masuk Jogja, Pemkot Minta Warga Patuh Aturan saat Iduladha
“Termasuk sebagai antisipasi warga yang ingin mudik saat Idul Adha,” kata Kapolres.
Menurut Kapolres evaluasi atas penyekatan akan dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan Bantul. Ada kemungkinan titik penyekatan ditambah, jika dalam hasil evaluasi diperlukan adanya penambahan ruas jalan yang disekat.
“Namun, sementara ini untuk sejumlah ruas jalan yang kami sekat akan tetap dipertahankan. Apalagi, angka kasus harian Covid-19 di Bantul masih tinggi,” ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengungkapkan, beberapa ruas jalan yang disekat, di antaranya adalah lajur sisi selatan persimpangan Dongkelan, simpang empat Klodran, simpang empat Gose dan simpang empat BPN. Selain itu ada, simpang empat Druwo jalan Parangtritis dan simpang empat Wojo atau jalan Imogiri Barat.
“Dari penyekatan tersebut sejauh ini mampu menurunkan mobilitas mencapai 38 persen," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi 20 dan tetap bertahan di lima besar klasemen.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.