Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek-proyek infrastruktur mulai peningkatan jalan, jembatan dan pembangunan gedung yang direncanakan tahun ini tidak termasuk proyek yang terkena refokusing. Salah satu proyek infrastruktur yang akan dilakukan adalah peningkatan jembatan Rejodani.
Kabid Bina Marga DPUPKP Sleman, Achmad Subhan menjelaskan peningkatan jembatan Rejodani di wilayah Prumpung, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik akan dilakukan dalam waktu dekat. Perbaikan jembatan tersebut dilakukan karena kondisinya sudah tidak memadai lagi. Lebar jembatan hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan.
"Rencana perbaikan jembatan Rejodani sebenarnya dilakukan pada tahun lalu. Namun karena ada refocusing anggaran saat itu, perbaikan jembatan baru dapat dilakukan tahun ini," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (24/7/2021).
Dijelaskan Subhan, jembatan yang berada di atas aliran sungai Kali Boyong tersebut dibangun sejak 2004 silam. Binamarga tidak hanya memperbaiki konstruksi, tetapi juga akan melebarkan jalan jembatan. Jika awalnya lebar jembatan hanya enam meter, maka tahun ini akan ditingkatkan menjadi delapan meter.
"Keberadaan jembatan ini cukup vital untuk menghubungkan sejumlah desa. Terutama untuk menggerakkan perekonomian warga saat pandemi Covid-19," katanya.
BACA JUGA: Selain Bulu Tangkis, Ini Cabang Olahraga Unggulan Indonesia di Olimpiade 2020
Subhan mengatakan, untuk tahun ini terdapat 15 Paket pengerjaan infrastruktur yang digarap. Meliputi, 11 ruas untuk pemeliharaan berkala dan peningkatan jalan di sejumlah titik. Ada sebagian proyek yang sedang berjalan dan sebagian masih dalam tahap lelang.
Misalnya, pemeliharaan berkala skala jalan Kentungan-Plemburan dan Sangrahan-Soropadan dan jalan Komplek 403 dengan anggaran Rp2,8 miliar. Pemeliharaan berkala Jalan Sawahan-Tangkilan dengan anggaran Rp3,3 miliar dan pemeliharaan jalan Gentan-Gandok senilai Rp3,7 miliar. Terakhir, pemeliharaan jalan Ngangkruk-Babadan dengan anggaran Rp4,7 miliar.
"Untuk jembatan, selain Rejodani perbaikan juga dilakukan di Jembatan Pasekan, Beji dan Grembyangan. Tahun depan, kami rencanakan memperbaiki Jembatan Merah dan Sanggrahan," katanya.
Kepala DPUP-KP Sleman Taupiq Wahyudi menjelaskan anggaran perbaikan jembatan masing-masing untuk Jembatan Beji (Rp1,9 miliar), Jembatan Pasekan (Rp2,9 miliar), dan peningkatan Jembatan Grembyangan (lanjutan) senilai Rp10,9 miliar. Adapun Jembatan Rejodani dianggarkan sekitar Rp6 miliar.
"Ya proyek-proyek pembangunan ini kami harapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian masyarakat selama terkena pandemi Covid," katanya.
Taupiq menyontohkan, perbaikan jembatan Rejodani maupun Grembyangan pada akhirnya akan mempermudah akses masyarakat. Begitu juga dengan perbaikan dan peningkatan jalan yang rusak. "Kalau akses masyarakat baik, maka pembangunan dan pengembangan suatu wilayah bisa dilakukan. Seperti jembatan Grembyangan yang menghubungkan dua kapanewon, Berbah dan Prambanan akan mempermudah akses pariwisata di sana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.