Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bakal menggabung (regrouping) 41 sekolah dasar (SD) negeri di Gunungkidul. Kebijakan ini dilakukan untuk efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan dalam enerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang beberapa waktu lalu, banyak sekolah yang kekurangan murid. Hal ini terjadi karena jumlah kursi lebih banyak dibandingkan dengan calon siswa baru.
BACA JUGA: Remaja SMP di Kalasan Tewas di Rumahnya, Diduga Dibunuh saat Ibunya Pergi
Oleh karenanya, sejak 2014 lalu dilaksanakan regrouping sekolah. Hasil dari pendataan yang telah dilakukan, ada 58 SD Negeri yang bakal digabung.
Meski demikian, Sudya menuturkan, pelaksanaan tidak semudah yang direncanakan. Pasalnya, hingga sekarang regrouping baru terlaksana di 17 sekolah, sedangkan 41 sekolah lainnya masih dalam perencanaan.
“Untuk tahun ini ada dua sekolah yang bakal dilebur menjadi satu. Yakni, SD Negeri Candirejo 2 dengan SD Negeri Sumber,” kata Sudya kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).
Menurut dia, proses penggabungan sekolah dilakukan satuan layanan pendidikan dapat lebih efektif dan efisien. Salah satunya memaksimalkan sekolah-sekolah dan mengurangi potensi adanya satuan pendidikan yang kekurangan murid.
Meski demikian, sabung Sudya, kebijakan harus dikaji dengan matang sehingga regrouping tidak menimbulkan masalah baru. “Makanya masih dalam proses dan tidak serta merta langsung digabung. Sebab, saat sosialisasi ada yang masih menolak tapi ada juga yang belum siap,” ujarnya.
BACA JUGA: Pelajar SD hingga SMA di Kulonprogo Diberi Bantuan Tunai
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengaku tidak mempermasalahkan penggabungan sekolah yang dilaksanakan oleh disdikpora. Meski demikian, pelaksanaan harus dikaji dengan matang sehingga penggabungan tidak merugikan masyarakat sekitar. “Kalau ini demi pelayanan yang lebih baik maka kami dukung. Apalagi sekarang banyak sekolah-sekolah yang kekurangan murid,” katanya.
Heri mengatakan masyarakat sekitar juga harus dilibatkan. Selain itu, aspek jarak maupun kondisi geografis dan faktor sosial ekonomi juga jadi pertimbangan agar penggabungan tidak menimbulkan masalah, khususnya bagi para siswa maupun wali murid.
“Sudah banyak contohnya sekolah-sekolah yang digabung. Tapi, tetap pelaksanaan harus dikaji dengan matang sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.